Iklan

Selasa, 01 September 2026, 21.14.00 WIB
ACEH SINGKIL

Usai Rapat Monev, Bupati Turun ke Lapangan dan Berharap Jembatan Aceh Singkil Diprioritaskan

Iklan

Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon bersama Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Rehabilitasi dan Rekontruksi (PRR) Pascabencana Turun Ke Lapangan Suka Jaya, Kecamatan Kuala Baru.Selasa (1/9/2026).

Aceh Singkil - Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon turun langsung ke lapangan bersama Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana. Oyon meminta penanganan sejumlah jembatan di wilayah Kuala Baru, Aceh Singkil diprioritaskan.

Peninjauan lapangan tersebut dilakukan usai Rapat Koordinasi Tim Monev Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang digelar di Op-Room Kantor Bupati Aceh Singkil, Selasa (1/9/2026).

Saat turun ke lokasi jalan Kuala Baru -Trumon Aceh Selatan, Oyon melihat langsung kondisi infrastruktur yang terdampak bencana. Dia kemudian meminta agar Aceh Singkil mendapat prioritas dalam penanganan infrastruktur pascabencana, khususnya jembatan yang menjadi akses penting bagi masyarakat.

Salah satu yang menjadi perhatian yakni dua titik jembatan dengan panjang sekitar 10 meter. Selain itu, terdapat sejumlah titik jembatan lainnya dengan ukuran sekitar dua meter yang juga menjadi bagian dari penanganan.

"Pak Bupati berharap, Aceh Singkil didahulukan," demikian permintaan Oyon saat peninjauan lapangan kata Plt Kadis Kominfo Aceh Singkil Endy Putra, Selasa (1/9/2026).

Menurut pak Bupati, percepatan pembangunan jembatan dibutuhkan untuk memulihkan konektivitas masyarakat. Kerusakan jembatan berpotensi menghambat aktivitas warga, mobilitas dan distribusi kebutuhan.

Dalam peninjauan tersebut, Kepala Koordinator Wilayah Aceh II Brigjen TNI (Mar) Dr. Guslin turut memberikan penjelasan mengenai penanganan jembatan dari arah Aceh Selatan.

Dijelaskan bahwa terdapat jembatan dari arah Aceh Selatan yang direncanakan ditangani pada 2026. Material untuk pekerjaan jembatan tersebut disebut berasal dari Aceh Selatan.

Peninjauan lapangan ini menjadi bagian dari rangkaian Monev PRR pascabencana. Pemeriksaan langsung dilakukan untuk memastikan data kerusakan sesuai dengan kondisi di lapangan dan menentukan kebutuhan yang harus diprioritaskan.

Sebelumnya dalam rapat koordinasi, Oyon menekankan empat hal dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, yakni data yang akurat, pekerjaan yang cepat, penggunaan anggaran yang tepat, serta manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

"Jangan bekerja berdasarkan asumsi, bekerjalah berdasarkan data. Yang kita kejar bukan hanya habisnya anggaran, tetapi hadirnya manfaat bagi masyarakat," tegas Oyon.

Oyon juga mengingatkan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut pembangunan fisik. Infrastruktur yang diperbaiki harus mampu mendukung pemulihan aktivitas dan kehidupan masyarakat terdampak.

Dengan turun langsung ke lapangan, pemerintah daerah berharap kebutuhan infrastruktur yang paling mendesak dapat segera ditindaklanjuti dan penanganan pascabencana di Aceh Singkil berjalan lebih cepat.
Close Tutup Iklan