Iklan
![]() |
| UPTD SPF SMP Negeri 2 Singkohor membekali para guru dengan keterampilan teknologi melalui Pelatihan Media Pembelajaran Digitalisasi, Jumat (21/8/2026). |
Aceh Singkil – UPTD SPF SMP Negeri 2 Singkohor mendorong para guru semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi. Sebanyak 12 guru mengikuti Pelatihan Media Pembelajaran Digitalisasi untuk meningkatkan kemampuan dalam menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif dan menarik.
Pelatihan tersebut digelar di SMP Negeri 2 Singkohor, Jumat (21/8/2026). Kegiatan menjadi bagian dari upaya sekolah meningkatkan kompetensi guru, khususnya dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai media pendukung kegiatan belajar mengajar.
Para guru tidak hanya dikenalkan pada penggunaan perangkat dan aplikasi digital. Mereka juga didorong mampu mengolah teknologi menjadi media pembelajaran yang komunikatif, informatif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Pelatihan menghadirkan Maimudin Tanjung, pegiat media sosial dan literasi digital sekaligus praktisi desain grafis. Dia membagikan pengalaman dan keterampilan kepada para guru agar lebih percaya diri membuat berbagai materi pembelajaran berbasis digital.
Kepala UPTD SPF SMP Negeri 2 Singkohor, Hellmiana, S.Pd, mengatakan kemampuan guru dalam menguasai teknologi menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Harapan saya, semoga para guru bisa menerapkan ilmu yang sudah didapatkan dalam proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan mutu guru dalam mengajar,” ujar Hellmiana.
Dia juga berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, peningkatan kapasitas guru tidak cukup hanya melalui satu kegiatan, tetapi harus diterapkan dalam proses belajar mengajar sehari-hari.
Antusiasme juga terlihat dari para peserta. Guru Matematika, Nurasma, S.Pd, berharap keterampilan yang diperoleh dapat membantunya membuat media pembelajaran Matematika yang lebih komunikatif dan informatif.
Sementara guru Bahasa Indonesia, Listijar, S.Pd, ingin menerapkan kemampuan desain digital dalam materi poster, slogan, dan iklan.
“Dalam pelajaran Bahasa Indonesia ada bab tentang poster, slogan dan iklan. Saya berharap dari pelatihan ini saya bisa membuat hasil poster, slogan dan iklan yang lebih menarik untuk digunakan dalam proses pembelajaran,” katanya.
Maimudin mengatakan teknologi seharusnya tidak hanya digunakan karena mengikuti tren. Menurutnya, teknologi harus mampu memberikan manfaat nyata dalam membantu guru menyampaikan materi kepada siswa.
“Harapannya, apa yang dipelajari dalam pelatihan ini dapat diaplikasikan di sekolah dan menjadi daya tarik tersendiri dalam mengajar murid,” ujar Maimudin.
Sebanyak 12 guru mengikuti pelatihan tersebut, yakni Hellmiana, Ariyanto Wibowo, Andi Nova Surbakti, Fatimah, Agus Kurniati, Listijar, Mardiani, Nurasma, Ramadhani S, Eva Ayu Dwi Sartika, Juliana, dan Sri Wahyuni.
Pihak sekolah berharap keterampilan digital yang diperoleh tidak berhenti pada pelatihan. Para guru diharapkan terus berinovasi dan menerapkannya dalam pembelajaran sehingga teknologi benar-benar menjadi bagian dari budaya belajar di SMP Negeri 2 Singkohor.

Tutup Iklan