Iklan

Sabtu, 22 Agustus 2026, 13.33.00 WIB
POLITIK

Safriadi Oyon Siap Tantang Dulmusrid di Musda Golkar Aceh Singkil

Iklan

Karikatur : Safriadi Oyon (Kiri) , Dulmusrid (Kanan).


Aceh Singkil – Bursa Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Aceh Singkil mulai memanas. Nama Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, kembali muncul dalam perebutan kursi Ketua DPD II Partai Golkar Aceh Singkil dan berpeluang berhadapan dengan mantan Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid.


Oyon sebelumnya pernah memimpin Golkar Aceh Singkil. Kini, setelah kembali menjadi kepala daerah, namanya kembali masuk dalam bursa kandidat ketua untuk periode mendatang.


Kabar Oyon bakal kembali memimpin partai berlambang pohon beringin itu semakin menguat setelah ia menyatakan akan mempertimbangkan maju sebagai kandidat Ketua DPD II Golkar Aceh Singkil.


"Kalau terkait beredarnya kabar bahwa saya akan maju sebagai kandidat Ketua DPD II Partai Golkar Aceh Singkil, tentu akan saya pertimbangkan," kata Oyon kepada awak Media, Sabtu (22/8/2026).


Tak hanya bicara soal kursi ketua, Oyon bahkan sudah menyampaikan target politik jika dipercaya kembali menjadi nakhoda Golkar.


Ia menargetkan Golkar mampu meraih lima kursi DPRK Aceh Singkil, dua kursi DPRA dan satu kursi DPR RI pada Pemilu mendatang.


"Kalau Allah mengizinkan saya sebagai nakhoda Partai Golkar nanti untuk periode 2026-2031, insyaallah target kita di Kabupaten Aceh Singkil, dalam hal ini DPRK lima kursi, DPRA dua kursi dan DPR RI satu kursi," ujarnya.


Dulmusrid Sudah Didorong Kader


Namun, jalan Oyon menuju kursi Ketua Golkar Aceh Singkil dipastikan tidak akan mudah.


Nama Dulmusrid lebih dahulu mencuat dalam dinamika internal partai. PENAACEH sebelumnya memberitakan adanya kesepakatan sejumlah pengurus DPD II Golkar Aceh Singkil untuk mengusung Dulmusrid dalam Musda.


Dalam pemberitaan tersebut, sejumlah pengurus juga disebut menolak calon yang berasal dari luar kader partai.


Dulmusrid bukan figur baru di Golkar Aceh Singkil. Ia pernah memimpin DPD II Golkar dan memiliki pengalaman sebagai kepala daerah.


Kondisi ini membuat kontestasi Musda berpotensi menjadi duel dua figur yang sama-sama memiliki modal politik kuat.


Di satu sisi, Oyon datang dengan posisi sebagai Bupati Aceh Singkil dan pengalaman pernah memimpin Golkar. Di sisi lain, Dulmusrid telah mendapatkan dorongan dari sejumlah kader internal.


Oyon: Aceh Singkil Harus Punya Wakil di DPRA dan DPR RI


Alasan Oyon mempertimbangkan kembali memimpin Golkar juga berkaitan dengan target politik yang lebih besar.


Ia menyoroti belum adanya keterwakilan dari Aceh Singkil di DPRA maupun DPR RI sejak daerah tersebut dimekarkan dari Aceh Selatan.


Oyon menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian partai politik.


Dengan jumlah pemilih yang besar, ia menilai Golkar harus mampu mengoptimalkan kekuatan politiknya untuk merebut kursi legislatif, baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun pusat.


Target lima kursi DPRK, dua kursi DPRA dan satu kursi DPR RI pun disebutnya bukan sesuatu yang mustahil.


Namun, target itu sekaligus menjadi pekerjaan berat bagi siapa pun yang nantinya memimpin Golkar Aceh Singkil.


Bukan Sekadar Rebut Kursi Ketua


Musda Golkar Aceh Singkil kali ini berpotensi lebih dari sekadar pergantian ketua.


Pertarungan Oyon dan Dulmusrid akan menjadi gambaran ke mana arah politik Golkar Aceh Singkil ke depan.


Jika Oyon maju, ia harus menghadapi tantangan untuk meyakinkan kader bahwa dirinya bukan sekadar membawa nama sebagai kepala daerah, tetapi juga mampu mengonsolidasikan mesin partai.


Sementara Dulmusrid harus membuktikan bahwa dukungan kader yang muncul sebelumnya benar-benar solid hingga Musda.


Apalagi, sebelumnya PENAACEH juga memberitakan dorongan tokoh pemekaran ALA, Ramli Manik, yang meminta Oyon kembali memimpin Golkar Aceh Singkil.


Dengan munculnya dua arus dukungan tersebut, peta Musda semakin menarik.


Oyon siap menantang. Dulmusrid sudah didorong kader. Kini tinggal menunggu siapa yang mampu mengunci dukungan hingga ruang Musda dibuka.


Musda Golkar Aceh Singkil pun berpotensi menjadi pertarungan politik paling menarik di internal partai berlambang pohon beringin tersebut.

Close Tutup Iklan