Iklan
![]() |
| Ilustrasi |
DAIRI – Seharusnya usia 7 tahun diisi dengan bermain, belajar, dan mendapatkan kasih sayang. Namun, seorang bocah berinisial AGP di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, justru harus menghadapi luka yang diduga akibat kekerasan dari orang yang seharusnya memberikan perlindungan.
Kisah pilu itu terungkap setelah AGP ditemukan warga di kawasan Jalan Merdeka, Kecamatan Sidikalang, dalam kondisi mengalami luka pada bagian wajah hingga kaki. Kondisi bocah tersebut membuat warga prihatin dan kemudian melaporkannya kepada pihak berwenang.
AGP diketahui berada dalam situasi pengasuhan yang rentan. Ayahnya disebut sedang menjalani hukuman terkait kasus narkoba, sementara keberadaan ibunya belum diketahui.
Dalam kondisi tersebut, AGP diduga mengalami kekerasan saat berada dalam pengasuhan bibinya. Polisi kemudian bergerak setelah menerima informasi mengenai kondisi korban.
Petugas Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Dairi mengevakuasi AGP untuk mendapatkan pertolongan medis. Bocah tersebut kemudian dibawa ke RSUD Sidikalang untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan.
Kasi Humas Polres Dairi AKP Syahril Ramadhan Jum'at (21/8/2026) mengatakan polisi telah melakukan penanganan terhadap kasus tersebut. Seorang perempuan berinisial RS (53), yang disebut sebagai bibi korban, turut diperiksa terkait dugaan kekerasan tersebut.
Kasus ini bukan sekadar persoalan luka yang terlihat di tubuh seorang anak. Di baliknya ada pertanyaan yang jauh lebih menyakitkan: bagaimana seorang anak yang belum mampu melindungi dirinya sendiri bisa sampai berada dalam kondisi seperti itu?
Di usia ketika seorang anak semestinya mencari tangan orang dewasa untuk berlindung, AGP justru harus berhadapan dengan dugaan kekerasan. Kondisi ini menjadi alarm bahwa anak-anak dalam situasi pengasuhan rentan membutuhkan perhatian dan perlindungan lebih dari lingkungan sekitarnya.
Polisi masih mendalami keterangan korban dan pihak-pihak terkait untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh. Dugaan kekerasan tersebut harus dibuktikan melalui proses hukum.
Yang paling penting saat ini adalah memastikan AGP aman, mendapat perawatan dan pendampingan yang layak. Luka pada tubuhnya mungkin dapat dirawat, tetapi rasa takut dan trauma seorang anak juga membutuhkan perhatian agar ia bisa kembali menjalani masa kecilnya dengan rasa aman.

Tutup Iklan