Iklan
![]() |
| SPPG Yayasan Darul Mahabbah di Desa Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, Aceh Singkil. |
Aceh Singkil – Satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Aceh Singkil berhenti beroperasi sejak 18 Agustus 2026. Penutupan dapur tersebut disebut berkaitan dengan persoalan internal.
Dapur yang tidak lagi beroperasi itu merupakan SPPG Yayasan Darul Mahabbah di Desa Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, Aceh Singkil.
Kepala Sekretariat Satgas MBG Aceh Singkil, Rully Suhaidi, membenarkan informasi tersebut. Keterangan itu disampaikannya mewakili Satgas MBG Aceh Singkil melalui Kepala Sekretariat, Edy Widodo, Kamis (20/8/2026).
“Berdasarkan informasi yang kami peroleh, benar adanya satu dapur MBG yang tutup atau tidak beroperasi lagi,” kata Rully.
Rully mengatakan pihaknya belum mengetahui secara rinci penyebab dapur tersebut berhenti beroperasi. Namun, berdasarkan informasi yang diterima, penutupan berkaitan dengan persoalan internal pengelola.
“Untuk penyebab tutup dapur ini lebih kepada persoalan internal,” ujarnya.
Berdampak ke Pelaksanaan MBG
Penutupan dapur tersebut menjadi perhatian karena Kecamatan Singkil Utara baru memiliki satu dapur MBG yang tercatat beroperasi.
Dengan berhentinya operasional SPPG Yayasan Darul Mahabbah, pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut ikut terdampak.
“Namun akibat dapur tutup sangat berdampak bagi pelaksanaan program MBG di wilayah Kecamatan Singkil Utara,” jelas Rully.
Menurutnya, keberadaan dapur SPPG sangat penting untuk mendukung kelancaran distribusi makanan dalam program MBG kepada para penerima manfaat.
“Untuk wilayah Kecamatan Singkil Utara baru terdapat satu dapur MBG yang sudah tercatat beroperasi hingga saat ini,” tambahnya.
Sebelumnya Penuhi Persyaratan
Dapur MBG Yayasan Darul Mahabbah sebelumnya tercatat sebagai salah satu dapur SPPG di Aceh Singkil yang telah memenuhi persyaratan untuk beroperasi.
Persyaratan tersebut mencakup aspek administrasi maupun pengelolaan operasional dapur.
Salah satu bukti pemenuhan persyaratan tersebut adalah kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang diterbitkan melalui Dinas Kesehatan setempat.
Karena itu, penghentian operasional dapur tersebut menimbulkan persoalan baru dalam keberlangsungan program MBG di Singkil Utara.
Satgas MBG Aceh Singkil kini perlu memastikan keberlanjutan layanan bagi penerima manfaat di wilayah tersebut, terutama agar penutupan satu dapur tidak menyebabkan distribusi makanan bergizi terhenti.
Hingga saat ini, belum dijelaskan secara rinci apa persoalan internal yang menyebabkan dapur Yayasan Darul Mahabbah berhenti beroperasi serta apakah penutupan tersebut bersifat sementara atau permanen.

Tutup Iklan