Iklan
![]() |
| DPRK Aceh Singkil |
Aceh Singkil - Rapat Paripurna DPRK Aceh Singkil dengan agenda penyampaian Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2027 molor. Sejumlah kursi anggota DPRK terlihat masih kosong hingga Jumat (28/8/2026) siang.
Rapat yang dalam undangan dijadwalkan sekitar pukul 10.30 WIB tersebut baru dibuka sekitar pukul 12.00 WIB dan dipimpin Ketua DPRK Aceh Singkil.
Namun, setelah Salat Jumat, rapat belum kembali dimulai. Sejumlah kursi anggota DPRK masih terlihat kosong dan tidak kuorum.
Padahal, Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon telah hadir di ruang sidang. Bupati tampak menunggu dimulainya agenda penyampaian rancangan KUA-PPAS 2027 tersebut.
Selain Bupati, terlihat Sekda Aceh Singkil, Ketua MPU Aceh Singkil Ustaz Rosman serta perwakilan Kodim 0109 Aceh Singkil yang mewakili Dandim.
Berdasarkan pantauan hingga sekitar pukul 14.24 WIB, anggota DPRK yang terlihat hadir di lokasi antara lain Doni Maradona, Afrizal, Warman, Juliadi Bancin, Hidayat Riadi Manik, Declory Tumanggor, Harian dan Rizki Hardiansyah.
Artinya, dari total 25 anggota DPRK Aceh Singkil, yang terlihat di lokasi baru sebagian.
Tak hanya kursi anggota DPRK, sejumlah kursi undangan dari jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil juga belum banyak terisi.
Beberapa kepala SKPK yang terlihat hadir di antaranya Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala DPMK, Kepala Dinas PUPR, Kepala Disperindagkop UKM, pejabat Dukcapil, Asisten I dan Kepala Dinas Kesehatan.
Bahas Anggaran, Tapi Rapat Molor
Molornya rapat menjadi sorotan lantaran agenda yang dibahas bukan perkara biasa. KUA-PPAS merupakan bagian penting dalam proses penyusunan APBK 2027 yang nantinya menjadi dasar pembahasan anggaran daerah.
Dokumen tersebut berkaitan dengan arah kebijakan pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah untuk tahun anggaran 2027.
Karena itu, keterlambatan dimulainya rapat serta masih banyaknya kursi anggota DPRK yang kosong menimbulkan pertanyaan mengenai keseriusan dan kedisiplinan lembaga legislatif dalam menjalankan agenda penganggaran daerah.
Terlebih, proses penyusunan APBK Aceh Singkil sebelumnya juga sempat menjadi sorotan karena mengalami sejumlah persoalan dan keterlambatan.
Kini, saat pembahasan anggaran 2027 mulai memasuki tahapan penting, pemandangan serupa kembali terlihat.
Bupati sudah hadir. Sejumlah pejabat juga telah datang. Namun rapat belum juga berjalan sebagaimana jadwal yang ditentukan.

Tutup Iklan