Iklan
![]() |
| Mediasi Masyarakat dengan Pihak Perusahaan PT PLB, Aceh Singkil (Scrinshoot) |
Aceh Singkil – Puluhan warga yang didominasi emak-emak bertahan di areal HGU PT Perkebunan Lembah Bakti (PLB), Blok E, wilayah administratif Kampung Baru, Kecamatan Singkil Utara, Aceh Singkil, Minggu (23/8/2026).
Hingga kini, belum jelas alasan pasti puluhan warga tersebut masuk ke dalam areal HGU perusahaan. Namun, dalam video siaran langsung yang dipantau PENAACEH, terungkap alasan yang disampaikan sejumlah emak-emak saat berdiskusi dengan petugas keamanan dan pihak perusahaan.
Dalam dialog tersebut, petugas perusahaan meminta warga meninggalkan lokasi. Namun, sejumlah warga memilih bertahan dan menyampaikan alasan ekonomi yang membuat mereka berada di kawasan tersebut.
Salah seorang emak-emak mengaku pekerjaan mengambil hasil sawit telah menjadi salah satu cara mereka mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Pekerjaan ini sudah menjadi pekerjaan kami, karena kami tidak ada pilihan lain. Kami minta kerja di perusahaan ini tidak dikasih, orang luar dikasih kerja di sini, kami tidak,” ujar seorang warga.
Pernyataan itu disampaikan saat petugas meminta warga meninggalkan areal perusahaan.
Warga tersebut kemudian mengungkap alasan yang lebih menyentuh. Ia mengatakan kebutuhan sehari-hari membuat mereka membutuhkan pekerjaan.
“Kami butuh pekerjaan, biaya hidup, anak minta susu juga,” katanya.
Pernyataan tersebut menggambarkan keresahan warga yang mengaku kesulitan mendapatkan pekerjaan di sekitar perusahaan.
Sebelumnya, Humas PT PLB Teguh membenarkan adanya warga yang berada di dalam areal HGU perusahaan.
Menurut Teguh, pihak perusahaan telah meminta warga yang mengambil brondolan untuk meninggalkan lokasi.
“Orang ambil berondolan disuruh keluar tidak mau keluar,” kata Teguh.
Berdasarkan pantauan PENAACEH dari siaran langsung Facebook, petugas keamanan perusahaan terlihat berada di lokasi dan melakukan komunikasi dengan warga.
Proses mediasi berlangsung cukup alot. Adu argumen antara warga dan pihak perusahaan bahkan berlangsung hingga sore hari.
Sejumlah anggota TNI dan Polri juga terlihat berada di lokasi untuk memantau situasi dan menjaga kondisi tetap kondusif.
Persoalan Ekonomi di Balik Konflik
Peristiwa tersebut tidak hanya memperlihatkan persoalan aktivitas warga di dalam areal HGU, tetapi juga membuka sisi lain berupa persoalan ekonomi masyarakat sekitar.
Warga mengaku membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, di sisi lain, perusahaan memiliki kepentingan menjaga areal dan hasil produksi yang berada di dalam wilayah HGU.
Belum diketahui secara pasti berapa jumlah warga yang masuk ke areal Blok E serta berapa banyak brondolan maupun TBS yang diduga diambil.
Penyelesaian persoalan tersebut diharapkan tidak hanya dilakukan melalui pengosongan lokasi, tetapi juga melalui dialog yang melibatkan masyarakat, perusahaan dan pemerintah daerah.
Terutama untuk mencari jalan keluar atas persoalan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar, sehingga kebutuhan ekonomi warga tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan dengan perusahaan.
Hingga Minggu malam, belum diperoleh keterangan mengenai hasil akhir mediasi antara warga dan pihak PT PLB.

Tutup Iklan