Iklan
![]() |
| PDAM Tirta Singkil |
Aceh Singkil – Perumda Air Minum Tirta Singkil masih menghadapi pekerjaan rumah besar dalam mengelola piutang pelanggan. Laporan Keuangan Perumda Air Minum Tirta Singkil yang menjadi bagian dari Lampiran Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten (LKPD) Aceh Singkil Tahun Anggaran 2025 mencatat piutang tidak lancar mencapai Rp585.931.819 hingga 31 Desember 2025.
Nilai piutang yang mendekati Rp600 juta itu menjadi catatan penting bagi kesehatan keuangan perusahaan daerah. Semakin besar tagihan yang tidak berhasil ditagih, semakin besar pula dana yang tertahan dan tidak dapat dimanfaatkan untuk membiayai operasional, pemeliharaan jaringan distribusi, peningkatan kualitas pelayanan, maupun pengembangan infrastruktur air bersih.
Piutang tidak lancar merupakan tagihan pelanggan yang belum berhasil dipulihkan dalam jangka waktu tertentu. Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa efektivitas penagihan masih perlu diperkuat agar arus kas perusahaan tetap terjaga.
Laporan keuangan yang sama juga menunjukkan Perumda Air Minum Tirta Singkil masih mencatat akumulasi kerugian sebesar Rp14,38 miliar. Di sisi lain, penilaian kinerja perusahaan masih berada pada kategori "Cukup", sehingga perbaikan tata kelola keuangan, termasuk penyelesaian piutang pelanggan, menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan.
Besarnya piutang tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan. Berapa jumlah pelanggan yang menunggak? Sejak kapan piutang itu mengendap? Berapa nilai tunggakan terbesar? Dan strategi apa yang telah disiapkan manajemen untuk mempercepat penagihan tanpa mengganggu pelayanan kepada masyarakat?
Bagi perusahaan penyedia layanan publik, keberhasilan menagih piutang bukan sekadar persoalan administrasi. Kemampuan memulihkan pendapatan menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih kepada masyarakat sekaligus memperkuat kondisi keuangan perusahaan.
Publik berharap manajemen Perumda Air Minum Tirta Singkil dapat lebih terbuka mengenai kondisi piutang pelanggan, langkah-langkah penagihan yang telah dilakukan, serta target penyelesaiannya. Transparansi tersebut penting agar masyarakat mengetahui sejauh mana perusahaan berupaya memperbaiki kinerja keuangan dan meningkatkan kualitas layanan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen Perumda Air Minum Tirta Singkil belum memberikan keterangan resmi mengenai jumlah pelanggan yang menunggak, rincian umur piutang, maupun strategi penyelesaian piutang tidak lancar senilai Rp585.931.819 tersebut.
.jpeg)
Tutup Iklan