Iklan

Minggu, 19 Juli 2026, 17.41.00 WIB
ACEH SINGKIL

KONI Aceh Singkil Kantongi Rp543 Juta dari APBK, Transparansi Penggunaan Dana Diminta

Iklan

Ilustrasi 

Aceh Singkil – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Aceh Singkil tercatat menerima dana hibah sebesar Rp543 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Singkil Tahun Anggaran 2025.


Dana tersebut merupakan bagian dari hibah yang disalurkan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora). Berdasarkan dokumen Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten (LKPD) Aceh Singkil Tahun 2025, selain KONI, pemerintah daerah juga menyalurkan hibah kepada DPD KNPI Aceh Singkil sebesar Rp100 juta dan IKASI Aceh Singkil sebesar Rp10 juta.


Besarnya dana hibah yang diterima KONI menjadikan organisasi olahraga tersebut sebagai penerima hibah terbesar di lingkungan Disparpora pada tahun anggaran 2025.


Pemerhati daerah Aceh Singkil, Budi Harjo, menilai penggunaan dana hibah yang bersumber dari APBK perlu disampaikan secara terbuka kepada masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas publik.


"Nilainya mencapai Rp543 juta. Karena itu masyarakat wajar ingin mengetahui program apa saja yang dilaksanakan, cabang olahraga mana yang dibina, serta hasil yang dicapai dari penggunaan dana tersebut," kata Budi Harjo kepada PENAACEH, Minggu (19/7/2026).


Menurut Budi, transparansi tidak boleh dimaknai sebagai bentuk kecurigaan terhadap penerima hibah, melainkan sebagai bagian dari tata kelola yang baik dalam pengelolaan anggaran daerah.


"Ini uang rakyat yang dialokasikan melalui APBK. Maka publik berhak mengetahui bagaimana dana itu digunakan dan manfaat apa yang dihasilkan bagi pembinaan olahraga di Aceh Singkil," ujarnya.


Ia mengatakan, besarnya dana hibah yang diberikan pemerintah daerah seharusnya sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pembinaan atlet, pelaksanaan kompetisi, serta pencapaian prestasi olahraga daerah.


"Yang ingin dilihat masyarakat bukan hanya angka anggarannya, tetapi juga output dan dampaknya. Berapa atlet yang dibina, kegiatan apa yang dilaksanakan, dan sejauh mana prestasi olahraga Aceh Singkil mengalami peningkatan," katanya.


Budi juga mendorong KONI Aceh Singkil maupun Disparpora untuk menyampaikan secara terbuka laporan penggunaan dana hibah agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.


"Kalau pengelolaannya baik dan programnya berjalan sesuai tujuan, tentu tidak ada alasan untuk tidak dibuka. Justru keterbukaan akan memperkuat kepercayaan publik terhadap organisasi dan pemerintah daerah," tambahnya.


Dengan besarnya dukungan anggaran dari pemerintah daerah, masyarakat kini menunggu sejauh mana dana hibah tersebut mampu mendorong lahirnya atlet berprestasi dan meningkatkan daya saing olahraga Aceh Singkil di tingkat provinsi maupun nasional.

Close Tutup Iklan