Iklan

Selasa, 16 Juni 2026, 15.47.00 WIB
ACEH SINGKIL

Jelang PENAS Gorontalo, KTNA Aceh Singkil Buktikan Hasil dengan Panen 6 Ton Semangka

Iklan

Panen Semangka Secara Simbolis Wakil Bupati Aceh Singkil Hamzah Sulaiman didampingi Ketua KTNA Aceh Singkil Mairaya, Pihak Dinas Holtikultura Aceh Singkil di Demplot KTNA Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah. Selasa (16/6/2026).

Aceh Singkil – Menjelang keberangkatan mengikuti Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan di Gorontalo, Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Aceh Singkil menunjukkan hasil nyata melalui panen raya perdana sekitar 6 ton semangka di lahan demplot KTNA Desa Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, Selasa (16/6/2026).


Panen raya tersebut dihadiri Wakil Bupati Aceh Singkil Hamzah Sulaiman, Ketua KTNA Aceh Singkil Mairaya, unsur Dinas Pertanian, para penyuluh pertanian, serta kelompok tani setempat.

Ketua KTNA Aceh Singkil Mairaya mengatakan panen perdana itu menjadi bukti bahwa program pengembangan pertanian yang dijalankan KTNA mulai menunjukkan hasil di lapangan. Meski produksi yang diperoleh belum maksimal akibat faktor cuaca, hasil panen tersebut dinilai menjadi langkah awal yang menjanjikan untuk pengembangan komoditas hortikultura di Aceh Singkil.

"Ini merupakan panen perdana dari demplot KTNA. Hasilnya memang belum maksimal karena dipengaruhi cuaca, tetapi ini menjadi langkah awal yang baik. Ke depan kami berharap program ini terus berlanjut dan mampu menghadirkan berbagai komoditas unggulan lainnya selain semangka," kata Mairaya.

Ia mengungkapkan, keberhasilan panen tersebut tidak terlepas dari semangat gotong royong dan swadaya para anggota KTNA. Menurutnya, pengembangan lahan demplot hingga menghasilkan panen dilakukan dengan mengandalkan iuran dan patungan anggota.

"Alhamdulillah, demplot ini bisa berjalan berkat kekompakan anggota KTNA. Mulai dari pengolahan lahan, pembelian benih, pupuk hingga perawatan tanaman dilakukan secara swadaya. Kami patungan dan bergotong royong karena memiliki keyakinan bahwa pertanian harus dimulai dari kemauan dan kerja bersama," ujarnya.

Menurut Mairaya, keterbatasan anggaran bukan alasan untuk berhenti berinovasi. Justru melalui kebersamaan, KTNA ingin membuktikan bahwa petani mampu bergerak secara mandiri dan menghasilkan produk pertanian yang mendukung program ketahanan pangan.

Semangka Hasil Panen KTNA Aceh Singkil di Demplot KTNA Tanah Bara Kecamatan Gunung Meriah.


"Panen 6 ton semangka ini bukan hanya soal hasil, tetapi bukti bahwa dengan kebersamaan dan swadaya, petani bisa bergerak dan menghasilkan. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi kelompok tani lainnya untuk terus berusaha dan mengembangkan potensi pertanian di Aceh Singkil," katanya.

Mairaya menyebutkan, panen raya tersebut menjadi momentum penting sebelum rombongan KTNA Aceh Singkil bertolak ke Gorontalo untuk mengikuti PENAS Petani Nelayan, ajang nasional yang mempertemukan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia guna berbagi pengalaman, teknologi, dan inovasi sektor pertanian.

"Besok malam kami berangkat ke Gorontalo. Mudah-mudahan dari kegiatan PENAS nanti kami mendapatkan banyak ilmu, inovasi, dan pengalaman yang bisa diterapkan di Aceh Singkil," ucapnya.

Ia menambahkan, pengembangan demplot pertanian tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong lahirnya sentra-sentra produksi baru di daerah.

Panen raya itu juga menjadi penanda awal keberhasilan pengelolaan lahan demplot yang berada di bawah koordinasi Rasyidin Kombih bersama para petani binaan KTNA.

Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Singkil Hamzah Sulaiman memberikan apresiasi kepada KTNA dan seluruh petani yang berhasil mengembangkan budidaya semangka hingga menghasilkan panen perdana.

Menurut Hamzah, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat.

"Ini sangat membantu pemerintah daerah. Ketahanan pangan merupakan program strategis pemerintah pusat dan daerah. Apalagi saat ini kebutuhan pangan terus meningkat, termasuk untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis," kata Hamzah.

Ia berharap peserta PENAS asal Aceh Singkil dapat membawa pulang berbagai inovasi dan teknologi pertanian yang dapat diterapkan untuk mengembangkan potensi lahan yang masih luas di daerah tersebut.

"Kita memiliki lahan yang sangat potensial. Saya berharap sepulang dari Gorontalo ada gagasan dan inovasi baru yang bisa diterapkan sehingga semakin banyak komoditas pertanian yang berkembang di Aceh Singkil," ujarnya.

Hamzah juga mengajak masyarakat memanfaatkan lahan produktif yang tersedia guna memperkuat kemandirian pangan daerah. Menurutnya, ketahanan pangan tidak dapat diwujudkan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi antara petani, KTNA, penyuluh, dinas terkait, dan seluruh pemangku kepentingan.

Selain itu, ia meminta pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memprioritaskan pembelian hasil pertanian dari petani lokal.

"Kalau komoditasnya tersedia di Aceh Singkil, saya berharap dibeli dari petani kita. Jangan sampai hasil pertanian lokal tidak terserap sementara kebutuhan dipenuhi dari luar daerah. Ini harus menjadi perhatian bersama agar ekonomi petani kita ikut tumbuh," tegasnya.

Menurut Hamzah, keberpihakan terhadap produk lokal tidak hanya akan memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat Aceh Singkil. 

Panen raya 6 ton semangka tersebut menjadi bukti bahwa semangat swadaya, gotong royong, dan inovasi petani lokal mampu menghasilkan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor pertanian daerah.
Close Tutup Iklan