Iklan
![]() |
| Kegiatan Hortikultura Oleh Siswa/i SMA 1 Gunung Meriah, Aceh Singkil. |
Aceh Singkil – SMA Negeri 1 Gunung Meriah, Aceh Singkil, tak ingin pendidikan hanya berhenti di ruang kelas. Lewat proyek peningkatan karakter, sekolah ini mendorong siswa belajar dari praktik nyata—bukan sekadar teori.
Program ini dirancang untuk menjawab kritik lama soal pendidikan karakter yang kerap normatif. Di SMAN 1 Gunung Meriah, pendekatannya dibuat konkret: siswa dilibatkan langsung dalam tiga kegiatan utama, yakni Patroli Keamanan Sekolah (PKS), hortikultura, dan bank sampah.
Pembentukan PKS menjadi salah satu ujung tombak. Kegiatan ini sudah berjalan sejak 2 Februari 2026. Para siswa dilatih menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan sekolah, sekaligus ditempa soal disiplin, kepemimpinan, dan tanggung jawab.
![]() |
| Pengukuhan Petugas Patroli Keamanan Sekolah (PKS). |
Di sisi lain, sekolah juga mengajari siswa bertani. Lewat program hortikultura, mereka belajar menanam, merawat, hingga memanen tanaman. Aktivitas ini bukan sekadar praktik pertanian, tapi sarana membangun kerja sama, ketekunan, dan kemandirian—nilai yang kerap sulit diajarkan di dalam kelas.
![]() |
| Siswa Panen |
![]() |
| Siswa Panen. |
Sementara itu, bank sampah dijadikan alat untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini. Siswa diajarkan memilah sampah dan memahami nilai ekonominya, sehingga limbah tak lagi dipandang sebagai barang tak berguna.
![]() |
| Bank Sampah Yang Disiapkan Sekolah, Photo Saat Kecabdin Aceh Singkil Handoko Mengunjungi SMA 1 Gunung Meriah. |
Kepala SMA Negeri 1 Gunung Meriah, Mami Hastuti, menegaskan pembentukan karakter tak bisa hanya mengandalkan ceramah.
“Karakter itu dibentuk dari kebiasaan. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar, tapi langsung menjalankan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Ia menyebut program ini juga merupakan arahan dari Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Aceh Singkil, Handoko.“Program ini sangat bermanfaat bagi siswa. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kadisdikbud dan Kacabdin Aceh Singkil,” tambahnya.
Menurut Mami, proyek ini menjadi bagian dari upaya sekolah menggeser pola pendidikan yang terlalu fokus pada akademik, menuju pembinaan karakter yang lebih menyeluruh.





Tutup Iklan