Iklan

Selasa, 21 April 2026, 19.02.00 WIB
ACEH SINGKIL

Drama Berbulan-bulan Berakhir, DPRK Ketok APBK 2026 Aceh Singkil

Iklan

Photo Bersama: Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon, Sekda Aceh Singkil Edi Widodo, Tiga Pimpinan DPRK Aceh Singkil Amaliun, Darto dan Wartono serta Sekwan, Yunus Usai Menandatangi Berita Acara Persetujuan Bersama di DPRK Aceh Singkil, Selasa (21/4/2026). (Istimewa)

Aceh Singkil – Drama panjang pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Singkil Tahun 2026 akhirnya berakhir. Setelah berbulan-bulan diwarnai tarik ulur dan perdebatan alot, DPRK Aceh Singkil resmi mengetok palu pengesahan APBK 2026 dalam rapat paripurna, Selasa (21/4/2026).


Pengesahan ini menjadi titik akhir dari proses yang sempat berjalan di tempat. Sejak awal, pembahasan APBK diwarnai perbedaan tajam antara eksekutif dan legislatif, mulai dari penentuan prioritas program hingga arah kebijakan anggaran.


Beberapa kali pembahasan bahkan nyaris menemui jalan buntu. Kondisi tersebut membuat APBK 2026 sempat “terombang-ambing” tanpa kepastian, memicu kekhawatiran akan terganggunya jalannya pemerintahan jika anggaran tak kunjung disahkan.


Namun di tengah kebuntuan itu, komunikasi intens dan negosiasi akhirnya membuka jalan kompromi bahkan sempat media wakil Gubernur Aceh di Banda Aceh. Kesepakatan pun tercapai, membawa APBK 2026 ke tahap akhir—pengesahan dalam bentuk qanun.


Postur APBK 2026


Berdasarkan informasi yang telah dipublikasikan sebelumnya, total APBK Aceh Singkil Tahun 2026 berada di kisaran Rp 832 miliar, yang mencakup:


Pendapatan Daerah: sekitar Rp 832 miliar


Belanja Daerah: sekitar Rp 832 miliar


Dengan kapasitas fiskal yang terbatas, pengelolaan anggaran tahun ini dituntut lebih cermat agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.


Pimpinan DPRK Aceh Singkil, Amaliun, menegaskan bahwa pengesahan APBK bukan sekadar formalitas, melainkan awal dari tanggung jawab besar dalam memastikan anggaran benar-benar memberi manfaat.


“APBK ini hendaknya bisa dijalankan secara maksimal dan benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Itu yang paling utama,” ujar Amaliun.


Sementara itu, Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, dalam pidatonya menyampaikan apresiasi kepada DPRK atas kerja sama yang akhirnya menghasilkan kesepakatan setelah proses panjang.


“Saya mengucapkan terima kasih kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRK Aceh Singkil yang telah bersama-sama membahas hingga menyepakati APBK Tahun 2026 ini,” kata Safriadi Oyon.


Ia menilai dinamika yang terjadi selama pembahasan merupakan bagian dari proses demokrasi yang wajar. Perbedaan pandangan justru menjadi ruang untuk memperbaiki dan menyempurnakan arah kebijakan anggaran.


Lebih lanjut, Safriadi menegaskan bahwa setelah pengesahan ini, fokus pemerintah daerah adalah memastikan seluruh program dapat segera dijalankan dan tepat sasaran.


“Ini awal dari kerja besar kita. Yang penting sekarang bagaimana anggaran ini bisa kita eksekusi dengan baik dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Close Tutup Iklan