Iklan
![]() |
| Karikatur |
Aceh Singkil – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Singkil mulai memproses seleksi siswa untuk Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) tahun 2026. Seluruh SMP/MTs sederajat diminta bergerak cepat mengusulkan kandidat terbaik, mengingat batas akhir pengumpulan berkas jatuh pada 4 Mei 2026.
Instruksi itu tertuang dalam surat resmi Disdikbud Aceh Singkil tertanggal 13 April 2026 yang ditujukan kepada seluruh kepala sekolah. Dalam surat tersebut, sekolah diminta segera melakukan penjaringan dan seleksi awal terhadap siswa yang memenuhi kriteria program.
Program ADEM sendiri merupakan jalur afirmasi bagi siswa dari wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK di Banda Aceh. Tahun ini, kuota untuk Aceh Singkil hanya 25 orang—jumlah yang dinilai sangat terbatas dibanding potensi jumlah calon peserta.
Minimnya kuota membuat persaingan dipastikan ketat. Kepala sekolah pun dituntut tidak sekadar mengusulkan, tetapi benar-benar menyeleksi siswa yang layak secara akademik maupun administrasi.
Dalam persyaratan yang dilampirkan, calon peserta harus merupakan warga Aceh Singkil, berusia maksimal 22 tahun per 1 Juli tahun berjalan, serta melengkapi berbagai dokumen penting seperti akta kelahiran, kartu keluarga, BPJS/KIS, pas foto, hingga rapor yang telah dilegalisir.
Berkas yang telah lengkap nantinya diserahkan ke Tim Seleksi Disdikbud Aceh Singkil paling lambat 4 Mei 2026. Keterlambatan dipastikan akan menggugurkan peluang peserta.
Plt Kepala Disdikbud Aceh Singkil, Syam’un, dalam suratnya menekankan pentingnya peran sekolah dalam memastikan proses seleksi berjalan tepat sasaran.
“Diharapkan kepala sekolah dapat menyeleksi siswanya dan melengkapi berkas persyaratan,” tulisnya.
Dengan waktu yang kian sempit, sekolah di Aceh Singkil kini berpacu dengan deadline. Jika tak sigap, bukan tak mungkin kesempatan emas untuk melanjutkan pendidikan melalui program afirmasi ini akan terlewat begitu saja.

Tutup Iklan