Iklan

Senin, 13 April 2026, 20.37.00 WIB
ACEH SINGKIL

Besok! 100 Massa Kepung PT Socfindo, 5 Tuntutan: dari Plasma hingga Dugaan PHK Sepihak

Iklan

Karikatur 

Aceh Singkil – Gelombang protes kembali memanas. Sekitar 100 massa dari pemuda dan masyarakat Lae Butar, Kecamatan Gunung Meriah, dipastikan turun ke jalan menggelar aksi di PT Socfindo Lae Butar, Selasa (14/4/2026) pukul 10.00 WIB.


Aksi ini bukan gertakan kosong. Surat pemberitahuan resmi sudah dilayangkan ke Polres Aceh Singkil sejak 9 April 2026. Massa menyebut aksi sebagai “orasi damai”, namun deretan tuntutan keras yang dibawa menunjukkan ini bukan sekadar unjuk rasa biasa—melainkan akumulasi persoalan lama yang kini pecah ke permukaan.

Koordinator lapangan aksi dipegang Dayat, didampingi Darmiawan dan Atno Syahputra Bancin. Mereka memastikan massa akan bergerak terorganisir, dengan tekanan langsung ke perusahaan.

Lima Tuntutan Panas:

Pertama, soal plasma. Massa mendesak PT Socfindo segera merealisasikan kewajiban plasma kepada masyarakat sesuai amanat aturan. 

Kedua, kesempatan kerja. Warga lokal menuntut dibukanya lapangan pekerjaan bagi pemuda setempat. Mereka menolak hanya jadi penonton di tanah sendiri.

Ketiga, CSR mandek. Program tanggung jawab sosial perusahaan disorot karena dinilai tak jelas realisasinya, termasuk janji bantuan ternak yang disebut belum kunjung terealisasi.

Keempat, dugaan izin bermasalah. Massa bahkan mendesak penghentian operasional pabrik, dengan tudingan perusahaan belum mengantongi perpanjangan izin pembaharuan. Jika benar, ini berpotensi masuk ranah hukum.

Kelima, PHK sepihak. Tuduhan pemecatan karyawan secara tidak adil ikut diseret. Massa meminta pertanggungjawaban atas dugaan pelanggaran aturan ketenagakerjaan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT Socfindo. Sementara itu, aparat kepolisian bersiap melakukan pengamanan guna mengantisipasi eskalasi di lapangan besok.

Dengan komposisi massa yang mencapai ratusan orang dan tuntutan yang menyasar inti operasional perusahaan, aksi ini berpotensi menjadi tekanan serius. 

Jika tak segera direspons, demo besok bisa jadi bukan akhir—melainkan awal dari konflik yang lebih besar.
Close Tutup Iklan