Iklan

Rabu, 04 Maret 2026, 14.48.00 WIB
ACEH SINGKIL

Nama Hilang dari Daftar Bantuan, Emak-emak Terdampak Banjir Ngamuk di Kantor Bupati

Iklan

Massa di Dominasi Emak Rmak Ngamuk di Kantor Bupati Aceh Singkil Komplain Data Bantuan Korban Banjir 2025., Rabu (4/3/2026).

Aceh Singkil – Puluhan warga terdampak banjir di Aceh Singkil mendatangi dan menggeruduk Kantor Bupati di Pulo Sarok, Kecamatan Singkil, Rabu (4/3/2026). Aksi yang didominasi emak-emak itu dipicu kekecewaan karena nama mereka disebut hilang dari daftar penerima bantuan banjir.

Sebelum ke kantor bupati, massa lebih dulu mendatangi kantor BPBD Aceh Singkil. Namun karena tak mendapat kepastian, mereka bergerak ke kantor pimpinan daerah untuk meminta penjelasan langsung.

Warga mengaku berasal dari Kampung Ujung Bawang dan Selok Aceh di Kecamatan Singkil, serta Kampung Baru di Singkil Utara. Mereka berkumpul di halaman kantor dan sempat mencoba masuk untuk bertemu Bupati Safriadi Oyon atau Wakil Bupati Hamzah Sulaiman. Namun keduanya disebut tidak berada di tempat.

Upaya massa untuk merangsek masuk diredam aparat Satpol PP yang dipimpin Plt Kasatpol PP dan WH Aceh Singkil, Afrijal, didampingi Kabag Protokoler Setdakab Sabran.

“Kami semua terdampak banjir. Awalnya nama kami ada, sekarang hilang. Kalau tidak adil, lebih baik tidak usah ada yang dapat!” teriak salah seorang warga, disambut sorakan lainnya.

Dari 333 KK Menyusut Jadi 61 KK

Perwakilan dari Ujung Bawang menjelaskan, awalnya desa mengirim data 333 kepala keluarga (KK) terdampak ke pemerintah kabupaten melalui dinas terkait dan BPBD. Setelah diverifikasi tim kabupaten, jumlah itu menyusut menjadi 178 KK. Namun dalam daftar akhir yang keluar, hanya tersisa 61 KK penerima bantuan.

“Ini yang membuat warga marah. Dari ratusan, tinggal puluhan. Yang lain ke mana?” ujar kepala dusun yang hadir.

Warga mempertanyakan mekanisme verifikasi yang dinilai tidak transparan. Banyak di antara mereka merasa kondisi rumahnya layak masuk kategori rusak, tetapi justru tak tercantum dalam daftar penerima.

Pemkab Belum Beri Klarifikasi Resmi

Asisten II Setdakab Aceh Singkil, Faisal, sempat menemui massa dan meminta warga menyampaikan aspirasi secara tertib melalui perwakilan. Namun hingga aksi berakhir, belum ada keputusan maupun kepastian yang bisa dibawa pulang warga.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil belum memberikan klarifikasi resmi terkait polemik penyusutan data penerima bantuan banjir tersebut. Belum ada penjelasan terbuka mengenai mekanisme verifikasi maupun alasan berkurangnya jumlah penerima secara drastis.

Sebagaimana diketahui, bantuan rumah bagi korban banjir bersumber dari pemerintah pusat dengan tiga kategori: rusak ringan Rp 15 juta, rusak sedang Rp 30 juta, dan rusak berat Rp 60 juta yang ditransfer langsung ke rekening penerima.
Close Tutup Iklan