Iklan

Senin, 09 Februari 2026, 21.08.00 WIB
ACEH SINGKIL

Solidaritas Mahasiswa Apresiasi Langkah DPRK Aceh Singkil Buka Interpelasi

Iklan

Korlap Aksi Menyerah Tuntutan Kepada Ketua DPRK Aceh Singkil. Senin (9/2/2026).

Aceh Singkil – Massa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Aceh Singkil menyampaikan apresiasi terhadap langkah DPRK Aceh Singkil yang membuka ruang penggunaan hak interpelasi melalui agenda rapat paripurna yang dijadwalkan dalam waktu dekat. Sikap DPRK tersebut dinilai sebagai respons nyata atas aspirasi publik yang sebelumnya disuarakan melalui aksi demonstrasi.


Aksi mahasiswa berlangsung di halaman Gedung DPRK Aceh Singkil, Senin (9/2/2026), dengan membawa spanduk Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Aceh Singkil sebagai bentuk penyampaian aspirasi secara terbuka dan demokratis. Massa menilai keputusan DPRK mengagendakan interpelasi menjadi sinyal positif bagi jalannya fungsi pengawasan legislatif.


Koordinator Lapangan aksi, Ahmad Fadil Lauser Melayu, mengatakan DPRK Aceh Singkil menunjukkan sikap terbuka dengan merespons tuntutan masyarakat melalui mekanisme konstitusional.


“Kami mengapresiasi DPRK Aceh Singkil yang bersedia mendengar aspirasi masyarakat. Dibukanya ruang interpelasi menunjukkan DPRK masih menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat,” ujar Ahmad Fadil usai aksi.


Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif di tengah dinamika politik daerah yang semakin memanas.


Senada dengan itu, Koordinator Lapangan I aksi, M. Yunus, menilai keterlibatan sejumlah fraksi DPRK dalam mendorong agenda interpelasi menjadi sinyal sehat bagi demokrasi lokal. Ia menegaskan interpelasi merupakan instrumen konstitusional yang sah untuk meminta penjelasan kepala daerah atas kebijakan strategis.


“Ketika DPRK berani menggunakan hak interpelasi, itu berarti mereka berpihak pada transparansi dan kepentingan publik,” kata M. Yunus.


Sementara itu, Koordinator Lapangan II menegaskan gerakan mahasiswa dan pemuda tidak bertujuan menekan DPRK, melainkan mendorong agar lembaga legislatif tetap konsisten menjalankan fungsi pengawasan.


“Mahasiswa hadir sebagai mitra kritis. Kami ingin DPRK tetap berani dan tidak berhenti pada simbol atau formalitas,” ujarnya.


Koordinator Lapangan III, Syahril Amri Syahputra S, menambahkan bahwa agenda paripurna interpelasi harus dijalankan secara serius dan menyentuh substansi persoalan yang menjadi kegelisahan masyarakat Aceh Singkil.


“Kami akan terus mengawal proses ini agar interpelasi benar-benar membuka persoalan secara terang, bukan sekadar agenda seremonial,” tegasnya.


Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Aceh Singkil berharap DPRK tetap menjaga komitmen, integritas, serta keberanian politik dalam setiap keputusan yang diambil, sehingga fungsi pengawasan terhadap pemerintah daerah dapat berjalan maksimal dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Close Tutup Iklan