Iklan
![]() |
| Pimpinan DPRK Aceh Singkil, ketua DPRK Aceh Singkil Amaliun (Kanan) , Wartono wakil ketua (Kiri). |
Aceh Singkil – Di tengah memanasnya relasi eksekutif dan legislatif soal KUA-PPAS 2026, muncul isu liar yang menyebut anggota DPRK Aceh Singkil akan menerima satu unit mobil Innova Reborn jika berhasil memakzulkan Bupati Safriadi Oyon. Tuduhan itu langsung dibantah keras pimpinan dewan.
Ketua DPRK Aceh Singkil, Amaliun, menegaskan kabar tersebut tidak benar dan tidak berdasar.
“Itu hoax dan tidak bertanggung jawab. Fitnah keji yang sengaja diarahkan untuk membusukkan lembaga legislatif,” tegas Amaliun, Senin (23/2/2026), saat ditemui di kantor DPRK.
Isu tersebut mencuat di salah satu pemberitaan media yang menyebut informasi itu berasal dari “internal DPRK”. Namun, tidak dijelaskan siapa pemberi, siapa penerima, maupun bukti yang menguatkan tudingan adanya imbalan mobil jika pemakzulan terjadi.
Padahal, saat ini DPRK memang tengah menggulirkan hak interpelasi terhadap Bupati Oyon. Bahkan, sempat muncul wacana hak angket yang secara prosedural bisa berujung pada proses pemakzulan. Namun, menurut pimpinan dewan, narasi soal “imbalan mobil” adalah upaya pengalihan isu.
Wakil Ketua DPRK, Wartono, menyebut pihaknya mengetahui siapa yang menggulirkan isu tersebut dan ke mana afiliasinya mengarah.
“Yang melontarkan isu itu kami tahu dan dia berafiliasi ke mana. Jangan lempar batu sembunyi tangan,” sindir Wartono.
Menurutnya, isu tersebut justru memperkeruh situasi politik yang sedang tegang antara DPRK dan Bupati. Ia bahkan menduga narasi itu sengaja dimainkan untuk mendeligitimasi langkah interpelasi yang sedang berjalan.
Amaliun dan Wartono menantang pihak yang menyebarkan isu tersebut untuk melapor ke aparat penegak hukum (APH) jika memang memiliki bukti.
“Kalau benar ada janji mobil atau gratifikasi, silakan laporkan. Itu sudah masuk ranah pidana. Jangan cuma lempar isu receh tanpa bukti,” tegas Amaliun.
Pimpinan DPRK mengingatkan agar pihak-pihak tertentu tidak “bermain api” dengan menyebarkan tudingan tanpa dasar.

Tutup Iklan