Iklan
![]() |
| Proses Timbang Daging banpres, (Istimewa) |
Aceh Singkil – Bantuan presiden (banpres) Rp1 miliar untuk daging Meugang di Aceh Singkil kembali menuai sorotan tajam. Memasuki hari kedua Ramadan, distribusi daging kepada warga terdampak banjir belum juga rampung. Ironisnya, proses pemotongan sapi masih berlangsung saat masyarakat sudah menjalani ibadah puasa.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Aceh Singkil, Abdul Haris, membenarkan distribusi masih berjalan. Ia menyebut keterlambatan terjadi atas permintaan Kepala Desa Pulo Sarok.
“Benar masih. Itu atas permintaan kepala desa karena jumlah KK sangat banyak. Mereka ingin fokus salat tarawih dulu,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Alasan tersebut langsung memantik tanda tanya publik. Jika anggaran sudah disiapkan jauh hari dan data penerima sudah dikantongi, mengapa distribusi tidak dituntaskan sebelum 1 Ramadan? Dengan nilai mencapai Rp1 miliar, publik menilai perencanaan seharusnya jauh lebih matang.
Soal kontrak dan pembayaran kepada penyedia, Abdul Haris menegaskan tetap akan dibayarkan meski distribusi melewati momentum Meugang.
“Ya pasti tetap dibayarkan,” tegasnya.
Ia juga menyebut keterlambatan merupakan bagian dari kesepakatan antara desa dan penyedia. “Kan nggak manusia juga kalau kita tetap memaksakan, karena kita juga memahami masyarakat perlu beribadah,” katanya.
Namun di sisi lain, ia mengakui administrasi belum sepenuhnya lengkap. Alasannya, situasi waktu yang tidak normal serta bertepatan dengan hari libur. Meski begitu, ia berdalih pihaknya hanya ingin distribusi cepat sampai ke masyarakat terdampak banjir.
Pernyataan ini justru memunculkan pertanyaan baru: bagaimana mekanisme pengawasan dan pengendalian kontrak jika administrasi disebut belum sepenuhnya lengkap, sementara proses pemotongan dan distribusi sudah berjalan?
Terpisah, penyedia sapi yang disebut menyiapkan sekitar 30 ekor sapi membenarkan masih melakukan penyembelihan untuk memenuhi kuota di wilayah Pulo Sarok, Kecamatan Singkil.
“Ya benar, tadi kami lakukan pemotongan untuk memenuhi kuota di Pulo Sarok. Sekarang sudah selesai,” ujarnya singkat.
Terpisah, Ketua Panitia pelaksana kegiatan, Asisten II Setdakab Aceh Singkil Fasial membenarkan bahwa tadi telah rampung. "Tadi sudah rampung di Pulo Sarok,"katanya singkat
Proses penyembelihan dan pengemasan daging 0,5 kilogram per paket disebut telah dimulai sejak Selasa (17/2/2026). Namun fakta bahwa distribusi molor hingga dua hari Ramadan memperpanjang polemik dana Meugang di Aceh Singkil.
Sebelumnya, kebijakan ini juga sempat memicu kontroversi ketika muncul kesepakatan pembagian dalam bentuk uang tunai, meski petunjuk teknis dari Kementerian Dalam Negeri menegaskan bantuan presiden tidak boleh disalurkan dalam bentuk tunai.
Kini publik mempertanyakan konsistensi perencanaan dan pengawasan. Jika alasan keterlambatan disebut karena permintaan desa, sejauh mana dinas teknis menjalankan fungsi kontrol? Apakah jadwal distribusi sepenuhnya bergantung pada kesepakatan informal di lapangan?

Tutup Iklan