Iklan

Rabu, 14 Januari 2026, 23.57.00 WIB
ACEH SINGKIL

Pencurian Sawit Marak, Tokoh Masyarakat Ingatkan Masa Depan Gen Z Aceh Singkil

Iklan

Pencurian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di malam hari, ilustrasi 

Aceh Singkil – Maraknya kasus pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Aceh Singkil kian menimbulkan keprihatinan. Fenomena ini bukan lagi sekadar persoalan kriminal, melainkan telah menjelma menjadi indikasi krisis arah generasi muda, khususnya Gen Z, yang terjebak dalam pola mencari penghasilan secara instan.


Hampir setiap pekan, aparat kepolisian di Aceh Singkil menangani kasus pencurian sawit. Ironisnya, sebagian besar pelaku berasal dari kalangan usia muda. Situasi ini memperlihatkan bahwa persoalan ekonomi, sempitnya lapangan kerja, dan minimnya pembinaan generasi muda telah menciptakan ruang subur bagi praktik-praktik menyimpang.


Masyarakat Aceh Singkil H.Dalil yang perihatin dengan kondisi ini mengingatkan bahwa kebiasaan tersebut berbahaya jika dibiarkan terus berlangsung. Menurutnya, pencurian yang berulang bukan hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga berpotensi merusak karakter generasi penerus daerah.


“Kebiasaan ini tidak bagus untuk masyarakat kita, terutama bagi kaum milenial dan Gen Z. Kalau karakter sudah rusak, maka rusak pula generasi Aceh Singkil ke depan,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).


Ia menegaskan bahwa pencurian sawit di Aceh Singkil tidak hanya terjadi di areal Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan kelapa sawit, tetapi juga mulai merambah kebun sawit milik masyarakat. Kondisi ini menimbulkan keresahan luas karena menyentuh langsung sumber penghidupan warga.


Lebih memprihatinkan lagi, modus pencurian dinilai semakin berani dan terorganisir. Sejumlah pelaku nekat masuk ke wilayah perkebunan dengan membawa alat panen serta kendaraan, dan kerap beraksi pada malam hari. Fenomena ini menunjukkan bahwa pencurian sawit bukan lagi tindakan spontan, melainkan telah menjadi praktik yang berulang.


H.Dalil yang akrab disapa Taogek menilai, persoalan ini tidak bisa hanya diselesaikan melalui penegakan hukum. Ada masalah mendasar yang harus dikaji secara serius oleh pemerintah daerah dan seluruh stakeholder, terutama terkait ketersediaan lapangan pekerjaan, pembinaan keterampilan, dan program pemberdayaan ekonomi bagi generasi muda.


“Ini harus menjadi perhatian serius pejabat Aceh Singkil dan semua pihak terkait. Jangan sampai generasi kita tumbuh dengan mental instan dan jauh dari nilai kerja keras,” tegasnya.


Maraknya pencurian sawit kini menjadi cermin keras bagi Aceh Singkil. Tanpa langkah nyata dan kebijakan yang menyentuh akar persoalan, daerah ini berisiko kehilangan arah pembangunan sumber daya manusianya—dan Gen Z menjadi korban pertama dari kelalaian tersebut.

Close Tutup Iklan