Iklan
![]() |
| Proyek Pembangunan Rumah Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pulau Balai Kecamatan Pulau Banyak, (Istimewa) |
Aceh Singkil – Pembangunan Gedung Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kepulauan Banyak, tepatnya di Pulau Balai, Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, dilaporkan berhenti mendadak. Proyek yang dikerjakan PT Mitra Agung Indonesia (MAI) asal Banda Aceh itu disebut telah mencapai progres sekitar 10 persen sebelum akhirnya dihentikan.
Penghentian pekerjaan tersebut tak hanya memicu tanda tanya publik, tetapi juga diduga menyebabkan kerugian di pihak kontraktor. Sejumlah material dan peralatan yang sebelumnya digunakan di lokasi kini tidak lagi terlihat beroperasi.
Pantauan berdasarkan foto di lapangan menunjukkan sejumlah tiang beton, rangka besi, serta struktur awal bangunan telah berdiri. Namun, aktivitas konstruksi tampak terhenti total. Material bangunan dibiarkan terbengkalai, sementara tidak terlihat satu pun pekerja yang melanjutkan pengerjaan.
Belakangan, beredar informasi di tengah masyarakat bahwa pembangunan Gedung MBG tersebut disebut-sebut dialihkan ke wilayah Kecamatan Singkil Utara. Isu itu bahkan menyeret nama Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, yang dituding sebagai pihak yang memerintahkan penghentian sekaligus pemindahan proyek.
Kabar tersebut memicu kekecewaan warga Pulau Banyak. Pasalnya, pembangunan Gedung MBG di wilayah kepulauan dinilai sangat strategis mengingat Pulau Banyak masuk dalam kategori daerah terluar.
Warga menilai pemindahan lokasi justru berpotensi memperlambat akses anak-anak di kepulauan terhadap Program Makan Bergizi Gratis yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Kalau dipindahkan ke daratan, kami di kepulauan jelas semakin jauh dari manfaat program ini,” ujar seorang warga Pulau Balai.
Sumber di lapangan menyebutkan, pekan lalu kontraktor menghentikan aktivitas pembangunan dan membawa seluruh peralatan kerja ke wilayah Singkil Utara. Namun hingga kini, belum ada kejelasan mengenai lokasi pasti pembangunan Gedung MBG pengganti di kecamatan tersebut.
Sampai saat ini, alasan penghentian proyek dan rencana pemindahan pembangunan Gedung MBG tersebut masih menjadi tanda tanya besar. Belum ada penjelasan resmi dari instansi teknis maupun pihak berwenang yang memiliki otoritas langsung atas proyek tersebut.
PENAACEH kemudian mengonfirmasi langsung kepada Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon. Melalui sambungan telepon, Safriadi dengan tegas membantah tudingan bahwa dirinya memerintahkan penghentian atau pemindahan pembangunan Gedung MBG di Pulau Banyak.
“Bukan saya. Tidak ada dasar bagi saya selaku bupati untuk menghentikan apalagi memindahkan pembangunan itu. Wewenangnya ada di pemerintah pusat,” kata Safriadi, Selasa (27/1/2026).
Ia mengakui kemungkinan adanya persoalan teknis dalam pelaksanaan proyek, namun menegaskan keputusan tersebut bukan berasal dari dirinya.
“Mungkin ada persoalan, tapi harus digarisbawahi, bukan saya atas nama bupati yang menghentikan atau memindahkan. Itu bukan kewenangan saya,” ujarnya singkat sebelum mengakhiri sambungan telepon karena hendak menghadiri agenda lain.
Pernyataan bupati tersebut belum sepenuhnya menjawab pertanyaan publik mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik penghentian pembangunan Gedung MBG di Pulau Banyak. Hingga kini, masih belum jelas apakah pemindahan tersebut murni disebabkan persoalan teknis, kebijakan pusat, atau adanya faktor kepentingan lain.
Kasus ini pun menjadi perhatian publik dan menarik untuk diikuti. Warga Kepulauan Banyak berharap pemerintah pusat maupun instansi terkait segera memberikan penjelasan terbuka agar polemik tidak berlarut dan program Makan Bergizi Gratis benar-benar menyentuh wilayah terluar sebagaimana tujuan awalnya.

Tutup Iklan