Iklan

Minggu, 25 Januari 2026, 15.13.00 WIB
ACEH SINGKIL

Hoaks atau Fakta? Isu Perselingkuhan Plt Kadis Pendidikan Aceh Singkil Terlanjur Viral

Iklan

Tangkap Layar Akun Facebook Semongko 

Aceh Singkil – Isu dugaan perselingkuhan yang menyeret nama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh Singkil, Amran, terlanjur viral di media sosial Facebook. Meski belakangan disebut-sebut sebagai hoaks, polemik ini belum sepenuhnya mereda dan masih menyisakan tanda tanya di ruang publik.


Isu tersebut pertama kali mencuat melalui unggahan sebuah akun Facebook bernama Semongko pada Sabtu (24/1/2026). Dalam unggahannya, akun tersebut menarasikan dugaan keterlibatan seorang pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan Aceh Singkil dengan seorang perempuan.


Unggahan itu dengan cepat menyebar luas dan memantik spekulasi publik.

Namun hingga isu itu viral, informasi yang beredar masih sebatas klaim di media sosial. Tidak ada bukti resmi yang ditampilkan, tidak pula disertai keterangan dari aparat penegak hukum maupun pernyataan resmi Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil.


Sejumlah awak media telah berupaya mengonfirmasi langsung kepada Plt Kadis Pendidikan Aceh Singkil, Amran. Hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum berhasil dihubungi untuk memberikan klarifikasi atas isu yang beredar.


*Diklaim Hoaks, Aparat Buka Suara*


Sehari setelah isu tersebut ramai diberitakan, muncul pemberitaan lanjutan yang menyebut bahwa tudingan perselingkuhan itu dipastikan tidak benar. Dalam artikel tersebut, Plt Kadis Pendidikan Aceh Singkil menegaskan bahwa informasi yang beredar merupakan hoaks dan mengada-ngada.


Plt Kasatpol PP dan WH Aceh Singkil, Afrizal, juga menyampaikan bahwa pihaknya tidak pernah melakukan penangkapan sebagaimana yang diisukan dalam unggahan media sosial. Meski demikian, Afrizal menyebutkan pihaknya berencana mengumpulkan dan mengapelkan anggota pada pekan depan untuk melakukan klarifikasi internal terkait isu tersebut.


Langkah itu dinilai penting untuk memastikan tidak adanya pelanggaran prosedur di lapangan. Sebab, apabila benar terjadi penyelesaian persoalan secara informal—yang kerap disebut praktik “86”—hal tersebut berpotensi mencederai integritas lembaga penegak syariat Islam di Aceh Singkil.


*Akun Pengunggah Menghilang*


Di tengah polemik yang belum sepenuhnya tuntas, akun Facebook Semongko yang pertama kali mengunggah isu tersebut kini mendadak menghilang. Pantauan PENAACEH menunjukkan akun itu tidak lagi dapat ditemukan. Hingga kini, belum diketahui apakah akun tersebut dihapus oleh pemiliknya sendiri atau diturunkan oleh pihak lain.


*Muncul Informasi Baru, Publik Menanti Kejelasan*


Pasca sejumlah media lokal menyoroti isu ini—termasuk pemberitaan yang menyatakan tudingan tersebut hoaks—muncul informasi dari sumber internal yang menyebutkan bahwa peristiwa yang menjadi bahan isu terjadi sekitar sepekan lalu di sebuah perkebunan milik warga bernama Asmaudin.


Informasi ini membuat isu kembali menggelinding dan menarik perhatian publik. Terlebih, isu yang berkembang bukan sekadar menyangkut persoalan pribadi, melainkan juga dugaan relasi tidak pantas antara pimpinan dan pegawai di lingkungan dinas.


Pada titik ini, publik menilai klarifikasi semata belum cukup. Transparansi, penjelasan terbuka, serta sikap tegas Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil dinantikan agar polemik ini tidak terus berkembang liar dan menimbulkan ketidakpercayaan terhadap institusi pemerintah daerah.


Redaksi akan terus melakukan penelusuran dan konfirmasi lanjutan guna menyajikan perkembangan terbaru berdasarkan fakta yang terverifikasi serta menjunjung prinsip praduga tak bersalah.

Close Tutup Iklan