Iklan

Sabtu, 31 Januari 2026, 18.11.00 WIB
ACEH SINGKIL

Digerebek Warga Diduga Mesum, Oknum Anggota DPRK Aceh Singkil Inisial H Bantah Keras: Saya Dijebak, Tak Ada Perbuatan Asusila

Iklan

Tangkap Layar Saat Penggrebekan Oknum Anggota DPRK Aceh Singkil Inisial H, dan dia Mengalami Kekerasan Fisik. 

Aceh Singkil – Oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil berinisial H, yang disebut merupakan kader Partai Amanat Nasional (PAN), membantah keras tudingan telah melakukan perbuatan mesum dengan seorang perempuan bersuami berinisial G hingga digerebek warga di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil, Minggu sore (25/1/2026).


Kepada wartawan, H menegaskan bahwa dirinya menjadi korban framing dan dugaan jebakan yang telah disusun secara sistematis, sehingga seolah-olah ia tertangkap basah melakukan perbuatan asusila.“Saya pastikan tidak ada perbuatan mesum. Tidak ada hubungan badan seperti yang dituduhkan. Saya yakin ini jebakan dan sudah disetting sedemikian rupa,” kata H saat dikonfirmasi, Jumat malam (30/1/2026).


Versi H: Datang untuk Kusuk Badan, Rumah Tak Sepi


H menjelaskan, pada hari kejadian dirinya datang ke rumah tersebut dengan tujuan kusuk badan (pijat tradisional), yang menurutnya sudah biasa ia lakukan di tempat itu.“Saya datang untuk kusuk badan. Di dalam rumah itu bukan hanya saya dan perempuan tersebut. Ada empat orang, termasuk pemilik rumah dan anak-anaknya,” ujar H.


Menurutnya, ia sempat duduk sebentar, lalu tiba-tiba datang seorang perempuan yang tidak ia kenal sebelumnya. Tak lama berselang, sekelompok orang datang dan langsung melakukan penggerebekan.“Tiba-tiba datang bertiga, langsung menggerebek seolah-olah kami berbuat mesum. Saya malah langsung dihajar. Video pemukulan itu sekarang beredar,” katanya.


H menyebut, orang yang melakukan pemukulan terhadap dirinya berinisial BM, dibantu dua orang warga lainnya. Peristiwa tersebut juga direkam dalam bentuk video oleh pihak di lokasi.


Klaim Dijebak Sejak Awal


H kemudian membeberkan kronologi sebelum kejadian. Ia mengaku sebelumnya dihubungi seorang perempuan berinisial P, yang disebut merupakan istri dari BM.“P menawarkan saya untuk sekadar berkenalan dengan seorang perempuan yang katanya temannya. Saya pikir kalau sekadar kenal, apa salahnya,” ucap H.


Disebutkan, semula direncanakan pertemuan di wilayah Solok, Desa Cingkam, Kecamatan Gunung Meriah. Namun karena lama menunggu dan kondisi badan yang penat, H memilih lebih dulu pergi kusuk badan ke Bukit Harapan.


“Nah, di sanalah kejadian itu terjadi. Saya sama sekali tidak mengenal G, apalagi pernah bertemu sebelumnya,” tegasnya.

H mengaku heran mengapa BM—yang disebutnya warga Kecamatan Simpang Kanan—bisa muncul di lokasi bersama rekan-rekannya.


“Saya meyakini BM ini sutradara. Targetnya supaya saya tertangkap seolah melakukan hal tak senonoh. Istrinya, P, yang menghubungi saya sejak awal. Dugaan saya kuat, ini sudah diatur,” ujarnya.


H juga menepis tuduhan BM yang menyebut dirinya pernah menggoda istri BM.“Itu tidak benar. Tuduhan itu hanya dijadikan alasan untuk melakukan pemukulan terhadap saya,” katanya.


Soal Pelaporan Hukum


Terkait rencana melaporkan dugaan kekerasan yang dialaminya, H mengaku masih mempertimbangkan langkah hukum.“Saya masih pikir-pikir. Perkembangannya nanti akan saya sampaikan,” ujarnya singkat.


Klaim Ada Tekanan terhadap G


Dalam perkembangan terbaru, H mengaku memperoleh informasi bahwa BM sempat berencana berkolaborasi dengan suami G. Namun, menurut H, suami G justru tidak menggubris rencana tersebut.“Bahkan suami G sudah berkomunikasi langsung dengan saya. Dia juga kecewa dan ingin tahu siapa sebenarnya yang mengajak istrinya. Insyaallah dalam waktu dekat kami akan bertemu,” kata H.


H juga membantah keras pengakuan G yang sebelumnya disebut mengaku telah berhubungan badan dengannya.

“Itu tidak benar. Saya yakin pengakuan itu bagian dari skenario. Bahkan ada video klarifikasi dari G yang menyebut dirinya dipaksa untuk mengatakan hal tersebut,” ungkap H.


Versi Warga: Ada Pengakuan Saat Interogasi


Sebelumnya berdasarkan media yang telah terbit, warga Desa Bukit Harapan, sekaligus saksi berinisial BM, membenarkan adanya penggerebekan terhadap H dan G.“Benar, sekitar pukul 17.54 WIB kami bersama suami sah G dan warga melakukan penggerebekan serta interogasi,” kata BM, Senin (26/1/2026).


BM menyebut, dari hasil interogasi warga, G mengaku telah melakukan hubungan zina dengan H pada pertemuan sebelumnya, dan pada hari penggerebekan keduanya kembali berencana bertemu.


“Pengakuannya begitu. Dia bilang sudah dua kali datang ke rumah itu,” ujar BM.

BM juga mengklaim bahwa H mengakui perbuatannya dan sempat meminta maaf, serta menyebut adanya rekaman video dan bukti percakapan WhatsApp.

“Dia mengaku. Ada video pengakuannya, juga chat WhatsApp,” klaim BM.

Selain itu, BM mengaku keberatan karena istrinya juga disebut pernah dirayu oleh H.


“Istri saya dirayu. Ini memalukan. Ada riwayat panggilan video call,” katanya.


Masih Simpang Siur


Hingga kini, kasus tersebut masih menyisakan dua versi yang saling bertolak belakang. Belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait dugaan perbuatan asusila maupun dugaan kekerasan dalam peristiwa tersebut.

Close Tutup Iklan