Iklan

Senin, 24 Agustus 2026, 16.57.00 WIB
ACEH SINGKIL

Fawwaz Juara IT Belum Terima Penghargaan, Disdikbud Aceh Singkil: Ada 11 Anak Lagi

Iklan

Kolase Gambar: Budi Harjo dan Syam'un

Aceh Singkil – Prestasi pelajar asal Aceh Singkil di bidang Teknologi Informasi (IT) menjadi sorotan. Fawwaz Javier Syafri, siswa SLBN Al-Fansury Singkil, yang diketahui pernah meraih juara I tingkat provinsi dan mengikuti kompetisi hingga tingkat nasional, disebut belum menerima penghargaan dalam agenda penganugerahan pelajar berprestasi yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil.


Persoalan tersebut mendapat perhatian karena prestasi Fawwaz dinilai tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa nama Aceh Singkil dalam kompetisi di luar daerah.


Budi Harjo meminta Pemkab Aceh Singkil memastikan seluruh pelajar berprestasi mendapatkan perhatian dan apresiasi yang layak.


“Pemkab jangan abai. Kalau benar penghargaan untuk Fawwaz sudah disiapkan, tentu kita apresiasi. Tetapi mekanisme komunikasi dan pendataan juga harus diperbaiki agar anak berprestasi tidak sampai merasa dilupakan,” ujar Budi Harjo.


Menurut Budi, prestasi Fawwaz di bidang IT semestinya menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama di tengah kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguasaan teknologi.


“Ini bukan sekadar soal selembar sertifikat. Ada perjuangan anak, guru dan orang tua di belakang prestasi tersebut. Ketika seorang anak mampu membawa nama Aceh Singkil di bidang IT, pemerintah seharusnya hadir memberikan dukungan dan pembinaan,” katanya.


Pemkab Melaju Disdikbud: Ada 11 Anak Lagi


Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil, Syam'un, memberikan penjelasan terkait pelajar berprestasi yang belum mendapatkan penghargaan.


Syam'un mengatakan masih ada 11 pelajar yang belum mendapatkan apresiasi. Pemkab, kata dia, sedang mencari momentum yang tepat untuk memberikan penghargaan kepada mereka.


“Yang pasti kita mencari momen saja. Karena ada 11 anak lagi yang belum,” ujar Syam'un.


Dia memastikan para pelajar tersebut tetap akan diundang untuk menerima penghargaan.


Diminta Tak Bedakan Status Sekolah


Budi juga meminta Pemkab Aceh Singkil tidak menjadikan status kewenangan sekolah sebagai alasan untuk membatasi perhatian terhadap prestasi anak daerah.


Menurutnya, meskipun SLBN Al-Fansury berada dalam kewenangan Pemerintah Aceh, siswa yang berprestasi tetap merupakan putra-putri Aceh Singkil.


“Jangan melihat hanya dari siapa yang mengelola sekolahnya. Lihat anaknya, lihat prestasinya, dan lihat nama daerah yang dibawanya. Kalau anak Aceh Singkil berprestasi, pemerintah daerah seharusnya ikut bangga dan memberikan ruang pembinaan,” tegasnya.


Dia juga meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil memperbaiki pendataan serta komunikasi dengan sekolah, guru dan orang tua.


“Jangan sampai muncul polemik hanya karena komunikasi tidak berjalan maksimal,” katanya.

Close Tutup Iklan