Iklan

Rabu, 29 Juli 2026, 01.12.00 WIB
ACEH SINGKIL

Hari Mangrove Sedunia, PT PLB dan Forkopimda Tanam 3.000 Bakau di Aceh Singkil

Iklan

PT Perkebunan Lembah Bhakti (PT PLB) bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menanam 3.000 pohon mangrove di Desa Kilangan, Kecamatan Singkil, Selasa (28/7/2026). 


Aceh Singkil - PT Perkebunan Lembah Bhakti (PT PLB) bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menanam 3.000 pohon mangrove di Desa Kilangan, Kecamatan Singkil, Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan pesisir sekaligus memperkuat sumber penghidupan masyarakat.

Aksi penanaman tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026 yang mengusung tema "Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang." Secara nasional, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) melaksanakan penanaman serentak lebih dari satu juta bibit mangrove di 162 titik yang tersebar di 37 provinsi.

Bagi PT PLB, kegiatan ini melanjutkan program rehabilitasi mangrove yang telah dijalankan sejak 2018. Hingga akhir 2025, perusahaan bersama para pemangku kepentingan telah menanam 51 ribu pohon bakau di kawasan pesisir Desa Kilangan. Dengan tambahan 3.000 bibit tahun ini, total mangrove yang telah ditanam mencapai sekitar 54 ribu pohon.

Penanaman dilakukan oleh jajaran manajemen PT PLB bersama Wakil Bupati Aceh Singkil Hamzah Sulaiman serta unsur Forkopimda. Turut hadir Kapolres Aceh Singkil AKBP Joko Triyono, Kasdim 0109/Aceh Singkil Mayor Inf. L. Simamora, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Surkani, Kepala Dinas Perikanan Erwin Syahputra, Anggota DPRK Fairuz Akhyar, Kepala KPH Muhammad Syukur, Camat Singkil Khairuddin, serta para keuchik dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Wakil Bupati Aceh Singkil Hamzah Sulaiman mengatakan, peringatan Hari Mangrove Sedunia harus menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bersama dalam menjaga keseimbangan alam.

"Hari ini adalah ajakan untuk merenungkan kembali hubungan manusia dengan alam. Di tengah berbagai tantangan perubahan iklim, abrasi pantai, dan menurunnya kualitas lingkungan, mangrove menjadi benteng alami yang harus kita jaga bersama," kata Hamzah.

Menurutnya, mangrove yang terpelihara tidak hanya melindungi kawasan pesisir dari abrasi, tetapi juga menjadi habitat bagi berbagai biota laut yang menopang kehidupan masyarakat.

"Manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya nelayan dan warga yang menggantungkan hidup dari hasil pesisir seperti ikan, kepiting, dan kerang lokan," ujarnya.

Kapolres Aceh Singkil AKBP Joko Triyono turut mengapresiasi konsistensi PT PLB dalam menjalankan program rehabilitasi mangrove. Ia menilai, pelestarian lingkungan memiliki dampak yang erat dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kami jajaran Polres Aceh Singkil sangat mendukung program yang dilakukan PT PLB. Dengan menanam mangrove ini, harapan saya bisa membantu perekonomian masyarakat. Bila ekonomi masyarakat baik, situasi kamtibmas juga akan aman dan kondusif," ungkap Joko.

Sementara itu, Administratur PT PLB M. Asrar Iqbal menyebut rehabilitasi mangrove di Desa Kilangan merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas operasional, kelestarian lingkungan, dan kebermanfaatan sosial.

"Sejak dimulai pada 2018, kami melihat kawasan yang sebelumnya terbuka perlahan berubah menjadi kawasan hijau yang memberikan manfaat ekologis dan sosial. Karena itu, kami ingin memastikan upaya ini terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan," kata Asrar.

Menurutnya, keberadaan mangrove memiliki peran penting sebagai pelindung alami pantai sekaligus habitat berbagai biota laut. Jika ekosistem mangrove tumbuh dengan baik, kawasan pesisir juga akan menjadi ruang hidup bagi ikan, kepiting, dan kerang lokan yang mendukung mata pencaharian masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, PT PLB juga menampilkan sejumlah produk UMKM binaan, seperti kerupuk lokan, lokan krispi, serta berbagai produk olahan berbahan nipah. Langkah ini dilakukan untuk memperkenalkan potensi lokal sekaligus mendorong pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam penanaman mangrove ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pesisir Aceh Singkil sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam bagi generasi mendatang.
Close Tutup Iklan