Iklan
![]() |
| Ilustrasi |
Aceh Singkil - Keberadaan fasilitas cold storage di Kecamatan Pulau Banyak kembali menjadi sorotan. Di tengah upaya pemerintah meningkatkan sektor perikanan, publik mempertanyakan sejauh mana fasilitas penyimpanan ikan tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh nelayan setempat.
Berdasarkan dokumen Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Aceh Singkil Tahun Anggaran 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp672,6 juta untuk perencanaan, pembangunan lanjutan, dan pengawasan talud pengaman cold storage Pulau Banyak.
Investasi tersebut menambah daftar anggaran yang telah digelontorkan pemerintah untuk mendukung operasional fasilitas penyimpanan hasil perikanan itu.
Secara fungsi, cold storage dibangun untuk menjaga kualitas ikan hasil tangkapan nelayan sebelum dipasarkan. Dengan penyimpanan yang baik, hasil tangkapan diharapkan memiliki nilai jual lebih tinggi dan mampu menekan kerugian akibat kerusakan ikan pascapanen.
Namun, efektivitas sebuah fasilitas publik tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah fasilitas tersebut benar-benar digunakan oleh nelayan dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat pesisir.
Sejumlah data penting yang belum banyak diketahui publik antara lain jumlah nelayan yang memanfaatkan cold storage, volume ikan yang tersimpan setiap tahun, hingga kontribusinya terhadap peningkatan pendapatan nelayan di Pulau Banyak.
Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Perwakilan Aceh tidak mencatat adanya temuan khusus maupun penyimpangan terkait pembangunan lanjutan talud cold storage tersebut. Meski demikian, penggunaan anggaran daerah tetap membutuhkan evaluasi dari sisi manfaat dan capaian program.
Keterbukaan informasi mengenai tingkat pemanfaatan aset daerah penting dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui sejauh mana investasi yang telah dikeluarkan memberikan hasil bagi sektor perikanan.
Terlebih, Pulau Banyak dikenal sebagai salah satu wilayah pesisir dengan potensi perikanan tangkap yang cukup besar di Aceh Singkil. Kehadiran cold storage seharusnya menjadi instrumen pendukung yang mampu memperkuat rantai distribusi hasil tangkapan nelayan.
Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil melalui Dinas Perikanan diharapkan dapat mempublikasikan data pemanfaatan fasilitas tersebut, termasuk tingkat okupansi penyimpanan ikan, jumlah pengguna, dan dampak ekonominya terhadap masyarakat nelayan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Dinas Perikanan Aceh Singkil terkait tingkat pemanfaatan cold storage Pulau Banyak maupun capaian manfaat yang telah dihasilkan dari fasilitas tersebut. Kepala Dinas dikonfrimasi belum tersambung.

Tutup Iklan