Iklan
![]() |
| Ilustrasi |
Aceh Singkil – Pemerhati daerah, Budi Harjo, mengingatkan manajemen RSUD Aceh Singkil agar serius menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Aceh terkait suhu kulkas penyimpanan obat di Instalasi Farmasi yang tidak mencapai standar. Menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh dipandang sebagai kerusakan peralatan semata karena berpotensi memengaruhi mutu obat dan pelayanan kepada pasien.
Budi mengatakan obat-obatan tertentu harus disimpan pada rentang suhu yang telah ditetapkan agar kualitas, stabilitas, dan efektivitasnya tetap terjaga. Apabila standar penyimpanan tidak terpenuhi, mutu obat berisiko menurun sehingga dapat berdampak pada pelayanan kesehatan.
"Temuan BPK ini harus menjadi perhatian serius. Obat yang tidak disimpan sesuai standar berpotensi mengalami penurunan kualitas. Pada akhirnya, yang bisa dirugikan adalah pasien sebagai penerima layanan kesehatan," kata Budi Harjo, Rabu (15/7/2026).
Ia menilai rekomendasi BPK harus segera ditindaklanjuti melalui perbaikan fasilitas penyimpanan obat, kalibrasi peralatan secara berkala, serta penguatan sistem pengawasan di Instalasi Farmasi RSUD Aceh Singkil.
Menurut Budi, pembenahan tidak cukup hanya memperbaiki kulkas farmasi, tetapi juga memastikan seluruh prosedur penyimpanan obat berjalan sesuai standar operasional agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
"Jangan hanya memperbaiki alatnya, tetapi benahi juga sistem pengawasannya. Rumah sakit harus memastikan setiap obat yang diberikan kepada pasien tetap memenuhi standar mutu, aman, dan efektif," tegasnya.
Budi juga meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil ikut mengawal pelaksanaan rekomendasi BPK agar menjadi momentum memperbaiki tata kelola pelayanan kesehatan di RSUD.
"Temuan ini merupakan peringatan untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama, sehingga setiap rekomendasi BPK perlu ditindaklanjuti secara cepat, serius, dan transparan," ujarnya.
Sebelumnya, BPK RI Perwakilan Aceh dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas LKPD Kabupaten Aceh Singkil Tahun Anggaran 2025 menemukan suhu kulkas penyimpanan obat di Instalasi Farmasi RSUD Aceh Singkil tidak mencapai standar yang dipersyaratkan. Atas temuan tersebut, BPK merekomendasikan agar manajemen RSUD melakukan perbaikan terhadap sistem penyimpanan obat sehingga kualitas obat yang memerlukan suhu tertentu tetap terjaga sesuai ketentuan.

Tutup Iklan