Iklan

Kamis, 18 Juni 2026, 16.32.00 WIB
ACEH SINGKIL

Pesan Menyentuh Kajari Aceh Singkil di Akhir Masa Jabatan: Terima Kasih dan Mohon Diri

Iklan


Aceh Singkil – Menjelang berakhirnya masa tugas sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Singkil, H.Muhammad Junaidi SH MH menyampaikan pesan perpisahan yang menyentuh kepada masyarakat Aceh Singkil. Bersama sang istri, Citra Junaidi selaku Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD), ia mengucapkan terima kasih sekaligus memohon maaf atas segala kekhilafan selama menjalankan amanah di daerah tersebut.


Pesan itu disampaikan melalui surat terbuka yang beredar di tengah masyarakat sebagai penanda berakhirnya masa pengabdian mereka di Bumi Syekh Abdurrauf As-Singkili.


Dalam pesannya, Muhammad Junaidi menyampaikan rasa syukur dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat, insan pers, serta berbagai pihak yang selama ini telah menjalin kerja sama dan mendukung tugas Kejaksaan Negeri Aceh Singkil.


"Dengan hormat, berkaitan dengan berakhirnya tugas kami sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Singkil dan Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini, perkenankan kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya atas dukungan dan kerja sama selama ini," tulis Muhammad Junaidi dalam pesannya.


Tak hanya menyampaikan ucapan terima kasih, Kajari Aceh Singkil itu juga memohon maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat sikap, perkataan, maupun kebijakan yang kurang berkenan di hati masyarakat.


"Teriring permohonan maaf atas segala kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja selama kami berdinas," lanjutnya.


Berakhirnya masa tugas Muhammad Junaidi di Aceh Singkil seiring dengan mutasi yang menempatkannya sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara. Jabatan yang ditinggalkannya di Aceh Singkil selanjutnya akan diemban oleh Syahron Hasibuan SH MH sebagai Kajari Aceh Singkil yang baru.


Mutasi tersebut menjadi bagian dari penyegaran organisasi di lingkungan Kejaksaan Agung RI sekaligus estafet kepemimpinan dalam memperkuat kinerja institusi penegak hukum di daerah.


Selama memimpin Kejaksaan Negeri Aceh Singkil, Muhammad Junaidi dikenal aktif membangun sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta berbagai elemen masyarakat. Sejumlah agenda penegakan hukum, pendampingan program pemerintah, hingga upaya penguatan pelayanan publik menjadi bagian dari pengabdiannya selama bertugas di daerah paling selatan Provinsi Aceh itu.


Kepergiannya meninggalkan Aceh Singkil tidak hanya menandai berakhirnya masa jabatan, tetapi juga menutup lembaran pengabdian yang telah dijalani bersama jajaran Kejaksaan Negeri Aceh Singkil dan masyarakat setempat.


Di akhir pesannya, Muhammad Junaidi dan keluarga turut mendoakan agar seluruh masyarakat Aceh Singkil senantiasa diberikan keberhasilan, kesehatan, dan keselamatan dalam menjalankan aktivitas serta pengabdian di bidang masing-masing.


"Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keberhasilan dan keselamatan dalam melaksanakan tugas," tulisnya.


Ucapan perpisahan tersebut mendapat respons hangat dari berbagai kalangan. Banyak yang menilai sikap menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf kepada masyarakat merupakan bentuk penghormatan seorang pejabat publik kepada daerah yang pernah dipimpinnya.


Kini, estafet kepemimpinan Kejaksaan Negeri Aceh Singkil berlanjut di bawah kepemimpinan Syahron Hasibuan. Masyarakat berharap sinergi yang selama ini terbangun dapat terus terjaga, sementara Muhammad Junaidi menjalankan amanah barunya sebagai Kajari Padang Lawas Utara.


Pesan perpisahan itu menjadi penutup yang sederhana namun penuh makna: mengucapkan terima kasih, memohon maaf, dan berpamitan dengan penuh hormat kepada masyarakat yang telah menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.

Close Tutup Iklan