Iklan

Jumat, 05 Juni 2026, 18.00.00 WIB
ACEH SINGKIL

Pelajar Terdampak, Bus Sekolah Teluk Rumbia Aceh Singkil Berhenti Operasi Dua Bulan

Iklan

Ilustrasi 

Aceh Singkil – Layanan bus sekolah yang selama ini digunakan pelajar di Desa Teluk Rumbia dilaporkan tidak beroperasi selama sekitar dua bulan terakhir. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas siswa yang kini harus mencari alternatif transportasi untuk berangkat dan pulang sekolah.


Kondisi ini menuai sorotan dari pemerhati daerah, Budi Harjo, yang mempertanyakan perhatian dan kinerja Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil dalam menangani persoalan tersebut.


“Sudah dua bulan bus sekolah tidak beroperasi. Ini jelas berdampak pada pelajar. Masyarakat bertanya-tanya, ada apa dengan Plt Kadisdik? Mengapa belum ada solusi yang jelas?” kata Budi, Kamis (5/6/2026).


Menurutnya, bus sekolah merupakan fasilitas penting yang tidak hanya bersifat penunjang, tetapi juga bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan akses pendidikan bagi siswa, terutama di wilayah yang membutuhkan sarana transportasi.


Ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil segera memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait penyebab terhentinya operasional bus tersebut agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat.


“Kalau kendalanya kerusakan kendaraan, sampaikan. Kalau masalah anggaran, jelaskan. Kalau ada faktor lain, buka kepada publik. Yang tidak boleh adalah diam sementara anak-anak dan orang tua menanggung dampaknya,” ujarnya.


Budi juga mempertanyakan langkah penanganan yang telah dilakukan selama dua bulan terakhir, termasuk kemungkinan perbaikan atau koordinasi dengan pihak terkait.


Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil, Syam’un, tidak membantah kondisi tersebut. Ia menyebut, terhentinya operasional bus sekolah terjadi karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) 2026 belum sepenuhnya berjalan sehingga pelaksanaan kegiatan dan dukungan anggaran belum dapat direalisasikan.


“Benar, kondisi itu terjadi. Namun hal itu karena APBK 2026 belum berjalan sehingga anggaran belum bisa direalisasikan,” ujarnya.


Syam’un juga meminta masyarakat untuk bersabar dengan kondisi tersebut.


“Mohon bersabar dengan kondisi ini,” tambahnya.

Close Tutup Iklan