Iklan
![]() |
| Bupati dan wakil Bupati Aceh Singkil |
Aceh Singkil – DPRK Aceh Singkil melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil di bawah kepemimpinan Bupati Safriadi Oyon dan Wakil Bupati Hamzah Sulaiman.
Setelah lebih dari satu tahun memimpin, legislatif menilai masyarakat belum merasakan dampak pembangunan yang signifikan sebagaimana yang dijanjikan saat awal pemerintahan.
Kritik tersebut tertuang dalam rekomendasi DPRK terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Aceh Singkil Tahun Anggaran 2025 yang disahkan dalam rapat paripurna, Rabu (10/6/2026).
Dalam dokumen resmi tersebut, DPRK secara terbuka mempertanyakan capaian pembangunan yang telah dihasilkan selama satu tahun lebih pemerintahan Oyon-Hamzah berjalan.
"Sudah lebih dari satu tahun masa pemerintahan Saudara H. Safriadi Oyon dan H. Hamzah Sulaiman memimpin Kabupaten Aceh Singkil, sampai saat ini belum begitu nampak pembangunan yang dilakukan," tulis DPRK dalam rekomendasinya.
Pernyataan itu menjadi salah satu sorotan paling keras dalam evaluasi tahunan DPRK terhadap pemerintah daerah.
Banyak Janji, Hasil Belum Terlihat
Selama ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil kerap menyampaikan berbagai upaya lobi ke kementerian dan lembaga pemerintah pusat guna mendatangkan program pembangunan ke daerah.
Namun DPRK menilai masyarakat hingga kini belum melihat hasil nyata dari berbagai upaya tersebut.
Legislatif mempertanyakan proyek-proyek strategis yang berhasil diperjuangkan dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.
Pasalnya, sejumlah persoalan yang sejak lama menjadi keluhan warga masih belum menunjukkan penyelesaian berarti.
Mulai dari kondisi Pantai Pulau Sarok yang belum tertata optimal, pengembangan kawasan wisata Pantai Cemara Indah Gosong Telaga yang berjalan lamban, hingga persoalan kerusakan aliran sungai di Kecamatan Suro dan Simpang Kanan yang masih menjadi ancaman bagi masyarakat.
Tak hanya itu, program Sekolah Rakyat yang sempat ramai dibicarakan juga dinilai belum menunjukkan perkembangan yang jelas.
DPRK Tagih Bukti, Bukan Narasi
Rekomendasi DPRK menunjukkan bahwa legislatif mulai menuntut hasil yang lebih konkret dari pemerintah daerah.
Menurut dewan, masyarakat tidak bisa terus-menerus disuguhi kabar tentang koordinasi, kunjungan kerja, maupun lobi ke pusat tanpa melihat hasil yang nyata di lapangan.
Apalagi masa pemerintahan Oyon-Hamzah telah memasuki tahun kedua, yang seharusnya mulai memperlihatkan arah dan capaian pembangunan yang jelas.
Bagi masyarakat, keberhasilan pemerintah tidak diukur dari banyaknya agenda yang dilaksanakan, melainkan dari perubahan yang benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Persoalan Lama Masih Menumpuk
Selain menyoroti pembangunan yang dinilai belum terlihat, DPRK juga mengungkap sejumlah persoalan lain yang hingga kini masih membelit pemerintahan daerah.
Di antaranya rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), masih maraknya pejabat yang merangkap jabatan strategis, pelayanan publik yang belum maksimal, serta belum optimalnya pengelolaan potensi daerah.
DPRK menilai kondisi tersebut menunjukkan masih banyak pekerjaan rumah yang belum mampu diselesaikan pemerintah daerah.Padahal, di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, daerah dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam menggali sumber pendapatan serta mempercepat pembangunan.
Alarm Keras bagi Pemerintahan Oyon-Hamzah
Meski rekomendasi LKPJ tidak memiliki konsekuensi politik langsung, isi dokumen tersebut mencerminkan tingkat kepuasan DPRK terhadap kinerja pemerintah daerah.
Dan dari berbagai catatan yang disampaikan, DPRK tampaknya ingin mengirim pesan yang jelas kepada pemerintah daerah: masyarakat mulai menunggu hasil, bukan sekadar rencana.
Memasuki tahun kedua masa kepemimpinan, ruang untuk beralasan semakin sempit. Publik kini menagih bukti nyata pembangunan yang bisa dilihat, dirasakan, dan dinikmati oleh masyarakat Aceh Singkil.
Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah pemerintahan bukanlah banyaknya janji yang disampaikan, melainkan seberapa besar perubahan yang berhasil diwujudkan.

Tutup Iklan