Iklan

Minggu, 07 Juni 2026, 12.56.00 WIB
ACEH SINGKIL

Dari Mekkah, Ketua Gerindra Aceh Singkil Klarifikasi Isu Dugaan Penipuan Rekrutmen Pendamping Desa

Iklan

Ketua DPC Partai Gerindra Aceh Singkil, H.Wartono.SH

Aceh Singkil – Ketua DPC Partai Gerindra Aceh Singkil, H.Wartono SH, memberikan klarifikasi terkait mencuatnya isu dugaan penipuan dalam proses rekrutmen tenaga pendamping desa yang menyeret salah satu politisi dari partainya tersebut.


Klarifikasi itu disampaikan Wartono kepada PENAACEH melalui sambungan telepon WhatsApp dari Mekkah, Arab Saudi, di tengah dirinya menjalani ibadah haji. Minggu (7/6/2026).


Dalam keterangannya, Wartono mengaku baru mengetahui adanya pemberitaan dan isu yang berkembang di media terkait dugaan kasus tersebut. Ia menyebut belum menerima informasi secara utuh maupun laporan resmi yang menjelaskan duduk perkara secara rinci.


“Sejauh ini saya belum mendapatkan informasi yang lengkap terkait persoalan itu. Saya juga baru mengetahui dari pemberitaan yang beredar,” ujarnya.


Wartono menegaskan bahwa berdasarkan informasi yang ia ketahui sejauh ini, persoalan tersebut tidak berkaitan dengan struktur maupun kebijakan DPC Gerindra Aceh Singkil apalagi yang bersangkutan seingatnya belum masuk pengurus partai. Ia menyebut kasus itu merupakan urusan pribadi.


“Setahu saya itu persoalan pribadi, bukan menyangkut organisasi atau partai secara kelembagaan,” katanya.


Meski demikian, ia menegaskan pihaknya tetap menghormati proses hukum apabila perkara tersebut memang sedang atau telah ditangani oleh aparat penegak hukum. Ia juga mengingatkan pentingnya menjunjung asas praduga tak bersalah dalam menyikapi setiap dugaan yang belum memiliki putusan hukum tetap.


“Kami menghormati proses hukum yang berlaku. Semua pihak harus tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah,” tegasnya.


Sebelumnya, isu dugaan penipuan dalam rekrutmen pendamping desa tersebut mencuat setelah adanya laporan dari pihak yang mengaku sebagai korban. Kasus itu kemudian ramai diberitakan dan menjadi perhatian publik di Aceh Singkil.

Close Tutup Iklan