Iklan

Selasa, 23 Juni 2026, 18.47.00 WIB
ACEH SINGKIL

Bupati Oyon Buka Suara, Tapi Misteri Sekolah Rakyat Aceh Singkil Belum Terpecahkan

Iklan

Bupati Aceh Singkil Safiadi Oyon, (Istimewa)

Aceh Singkil – Setelah sempat menjadi sorotan karena memilih diam, Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon akhirnya buka suara terkait kabar yang menyebut pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Aceh Singkil gagal dilaksanakan dan berpotensi dipindahkan ke daerah lain.


Namun, pernyataan singkat yang disampaikan Oyon justru dinilai belum mampu menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat.


Saat dihubungi media ini melalui sambungan telepon, Selasa (23/6/2026), Oyon membantah kabar bahwa program Sekolah Rakyat di Aceh Singkil gagal."Tidak, tidak, masih proses administrasi," ujar Oyon singkat.


Bupati kemudian mengaku sedang berada di Gorontalo menghadiri sebuah undangan sebelum mengakhiri percakapan telepon.


Meski telah memberikan klarifikasi, jawaban tersebut belum menjelaskan secara rinci apa yang sebenarnya terjadi dengan proyek Sekolah Rakyat yang sebelumnya digadang-gadang menjadi salah satu program pendidikan terbesar yang akan hadir di Aceh Singkil.


Publik hingga kini masih menunggu penjelasan mengenai status terkini proyek, progres administrasi yang dimaksud, serta kepastian pembangunan fisik sekolah yang direncanakan berlokasi di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gunung Meriah.Pasalnya, informasi yang beredar di lapangan menyebut peluang pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Aceh Singkil semakin kecil.


Secara teknis, sejumlah pihak menilai sulit membayangkan pembangunan dapat dimulai dalam waktu dekat mengingat proyek Sekolah Rakyat yang dikerjakan PT Waskita Karya (PTWK) di Kota Subulussalam dan Kabupaten Nagan Raya saat ini dilaporkan telah memasuki tahap akhir pekerjaan.


Sementara itu, masa kontrak pekerjaan disebut akan berakhir pada 18 Agustus 2026 mendatang.


Dengan sisa waktu yang semakin terbatas, muncul pertanyaan mengenai bagaimana skema pembangunan Sekolah Rakyat Aceh Singkil ke depan jika hingga saat ini proses administrasi masih berlangsung.


Pertanyaan tersebut menjadi semakin relevan mengingat Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil sebelumnya telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut program tersebut.Mulai dari pengadaan lahan yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah, proses pematangan lokasi, pembentukan tim, hingga berbagai kegiatan pendukung lainnya telah dilakukan dalam rangka mendukung pembangunan Sekolah Rakyat.


Di sisi lain, nasib peserta didik Sekolah Rakyat rintisan yang saat ini belajar di Gedung Islamic Center Lae Petal, Kecamatan Suro, juga menjadi perhatian.Para siswa tersebut sejak awal diproyeksikan akan menempati gedung permanen setelah pembangunan Sekolah Rakyat selesai dilaksanakan. Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai skenario yang akan ditempuh apabila pembangunan fisik mengalami keterlambatan atau perubahan kebijakan.


Beredar pula informasi bahwa program Sekolah Rakyat Aceh Singkil berpotensi dialihkan ke daerah lain yang dinilai lebih siap. Bahkan muncul kabar bahwa peserta didik asal Aceh Singkil nantinya dapat ditempatkan di Sekolah Rakyat Kota Subulussalam.Namun informasi tersebut belum dapat dipastikan karena belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.


Karena itu, meski Bupati Aceh Singkil telah membantah kabar kegagalan program, misteri mengenai masa depan Sekolah Rakyat di daerah itu masih belum sepenuhnya terjawab.Masyarakat kini menunggu penjelasan yang lebih terbuka dan komprehensif, bukan hanya soal status administrasi, tetapi juga mengenai kepastian pembangunan, penggunaan anggaran yang telah dikeluarkan, serta nasib para siswa yang telah menjadi bagian dari program tersebut.


Sebab yang dipertaruhkan bukan sekadar sebuah proyek pembangunan, melainkan harapan masyarakat terhadap hadirnya fasilitas pendidikan baru yang selama ini disebut-sebut akan menjadi salah satu program strategis pemerintah di Aceh Singkil.

Close Tutup Iklan