Iklan

Selasa, 26 Mei 2026, 15.55.00 WIB
ACEH SINGKIL

Program Jembatan Armco Dimulai, TNI Gandeng Perusahaan dan Warga di Aceh Singkil

Iklan


Aceh Singkil – Program pembangunan Jembatan Armco di Kabupaten Aceh Singkil resmi dimulai. Pembangunan yang dikerjakan oleh satuan TNI di wilayah Kodim 0109 Aceh Singkil ini menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan dengan melibatkan perusahaan dan masyarakat setempat.


Pekerjaan dimulai pada Sabtu (23/5/2026) di Jalan Poros Kampong Bukit Harapan, Kecamatan Gunung Meriah. Jembatan tersebut akan menjadi penghubung empat kampong strategis, yakni Kampong Pea Jambu, Kampong Srikayu di Kecamatan Singkohor, serta Kampong Ladang Bisik dan Kampong Muara Pea di Kecamatan Kuta Baharu.


Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus membuka akses distribusi hasil pertanian dan perikanan yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama warga.


Pelaksanaan pembangunan tidak hanya mengandalkan personel TNI. Sejumlah pihak turut terlibat dalam bentuk kolaborasi lintas sektor. PT Nafasindo membantu alat berat excavator PS 120 Doosan, sementara PT PLB menyiapkan armada angkut trado untuk mendukung percepatan pekerjaan di lapangan.


Suasana pembukaan pembangunan berlangsung sederhana namun penuh semangat gotong royong. Prosesi tepung tawar digelar sebagai simbol doa dan harapan agar pembangunan berjalan lancar dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.


Kegiatan itu dihadiri jajaran Kodim 0109 Aceh Singkil dan Batalyon Pembangunan, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil yang diwakili Asisten I, Ketua DPRK Aceh Singkil, unsur Kejari dan Polres Aceh Singkil, Ketua MAA, pemerintah kecamatan, para kepala kampung terdampak, hingga perwakilan perusahaan yang ikut mendukung program.


Kepala Bidang CSR dan Umum PT Nafasindo, Hendri Iskandar, mengatakan pengerjaan ditargetkan selesai dalam waktu tiga hari.


“Pekerjaan diawali dengan penataan jalan alternatif, perataan lokasi dan penimbunan sirtu di sisi jembatan. Setelah itu dilanjutkan dengan pengecoran hingga pekerjaan selesai,” ujarnya.


Menurut Hendri, dukungan terhadap pembangunan akses tersebut sebenarnya telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Saat Ramadan, pihaknya ikut membantu pembongkaran material penyangga gorong-gorong serta pemasangan pondasi kayu dan sirtu agar lalu lintas warga tetap berjalan.


Ia menilai kehadiran program pembangunan tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat empat kampong yang selama ini menghadapi kendala akses, terutama saat curah hujan tinggi.“Kalau hujan deras, arus air sering mengganggu lalu lintas warga.Jembatan ini diharapkan menjadi solusi yang lebih permanen,” katanya.


Sementara itu, Dandim 0109 Aceh Singkil Letkol Kav. M.Aminuddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut terlibat dalam pembangunan. Menurutnya, sinergi antara TNI, pemerintah, perusahaan dan masyarakat menjadi kunci percepatan pembangunan wilayah.


Ia juga menyebut program serupa direncanakan berlanjut pada pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Serasah dan Desa Cibubukan guna mempermudah akses penyeberangan masyarakat.


Warga berharap pembangunan Jembatan Armco dapat segera rampung sehingga aktivitas harian, distribusi hasil kebun, hingga akses antarwilayah menjadi lebih lancar.

Close Tutup Iklan