Iklan
![]() |
| Poster Beredar di Group WhatsApp Aceh Singkil |
ACEH SINGKIL - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Persiapan Aceh Singkil bersama DPD Pemuda Muhammadiyah Aceh Singkil akan menggelar nonton bareng (nobar) film dokumenter bertajuk Pesta Babi, Senin (18/5/2026) malam.
Informasi kegiatan tersebut diketahui setelah poster acara beredar luas di media sosial dan grup WhatsApp. Redaksi PENAACEH juga menerima poster kegiatan itu dari salah satu grup WhatsApp masyarakat Aceh Singkil, Jum'at (15/5/2026).
Dalam poster tersebut, kegiatan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 20.30 WIB hingga selesai dan terbuka untuk umum. Film dokumenter Pesta Babi mengangkat tema “Kolonialisme di Zaman Kita” yang menyoroti berbagai persoalan kemanusiaan, lingkungan, hingga kehidupan masyarakat adat di Papua.
Acara nobar itu turut mencantumkan dukungan sejumlah lembaga dan media yang selama ini aktif mengangkat isu lingkungan dan hak masyarakat adat, seperti Jubi.id, Greenpeace, Pusaka, dan Watchdoc.
Panitia pelaksana menyebut kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan atau menonton film bersama, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan diskusi publik bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Aceh Singkil.
“Melalui film dokumenter ini kami ingin membuka ruang diskusi tentang kemanusiaan, lingkungan, dan persoalan masyarakat adat yang terjadi di Papua,” demikian isi publikasi panitia dalam poster kegiatan.
Film Pesta Babi sendiri dikenal sebagai dokumenter yang menggambarkan kondisi masyarakat Papua di tengah berbagai persoalan sosial dan pembangunan. Visual pada poster memperlihatkan masyarakat adat Papua, alat berat, hingga suasana hutan yang menggambarkan pesan tentang perubahan sosial dan eksploitasi sumber daya alam.
Selain pemutaran film, panitia juga membuka donasi sukarela untuk membantu pengungsi Papua. Ajakan donasi tersebut dicantumkan langsung dalam poster sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.
Kegiatan ini diperkirakan akan menarik perhatian kalangan mahasiswa, pemuda, hingga pegiat sosial di Aceh Singkil. Isu Papua selama ini memang menjadi salah satu tema yang kerap memunculkan diskusi panjang di tingkat nasional.
Bagi panitia, pemutaran film dokumenter seperti ini penting untuk menumbuhkan budaya literasi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Mereka berharap kegiatan berlangsung tertib dan mampu menghadirkan ruang dialog yang sehat dan terbuka.
“Harapannya masyarakat bisa melihat berbagai persoalan dari sudut pandang kemanusiaan dan memperkuat rasa empati terhadap sesama anak bangsa,” tulis panitia lagi.
Dalam poster yang beredar, panitia juga membuka registrasi peserta dan mencantumkan kontak person atas nama Rifai bagi masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan tersebut.

Tutup Iklan