Iklan
![]() |
| Kepala Sawit (Istimewa) |
ACEH SINGKIL – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Aceh Singkil kembali membuat petani 'pegang kepala'.Dalam waktu hanya sehari, harga pembelian di sejumlah pabrik tercatat turun hingga Rp500 per kilogram.
Berdasarkan pembaruan daftar harga per 22 Mei 2026, mayoritas pabrik di Aceh Singkil kini membeli TBS di kisaran Rp2.450–Rp2.540 per kilogram. Padahal sehari sebelumnya, 21 Mei, harga masih bergerak pada level Rp2.950–Rp3.040 per kilogram.
Data yang dihimpun menunjukkan PENAACEH:
SSM: dari Rp2.950 → Rp2.450/kg
RKMA: dari Rp2.950 → Rp2.450/kg
Nafasindo: dari Rp2.950 → Rp2.450/kg
RPP: dari Rp3.040 → Rp2.540/kg
SSM BRD: dari Rp4.300 → Rp3.800/kg
Penurunan yang terjadi hampir serempak ini langsung memunculkan beragam tafsir di kalangan petani. Salah satu yang mulai ramai diperbincangkan adalah apakah koreksi harga ini hanya pergerakan normal pasar atau ada kaitannya dengan sentimen kebijakan ekspor komoditas sawit yang belakangan disampaikan Presiden Prabowo Subianto.
Beberapa waktu lalu, Prabowo menyampaikan arah kebijakan baru agar ekspor komoditas strategis, termasuk sawit, dikelola lebih terpusat melalui BUMN yang ditunjuk pemerintah. Tujuannya disebut untuk memperkuat kontrol ekspor dan menjaga manfaat ekonomi lebih besar kembali ke dalam negeri.
Namun sampai saat ini, belum ada data maupun keterangan resmi yang menyatakan penurunan harga sawit di Aceh Singkil disebabkan langsung oleh kebijakan tersebut. Apalagi kebijakan dimaksud juga belum diterapkan penuh.
Meski begitu, pasar komoditas memang dikenal cepat merespons sinyal. Dalam banyak kasus, pelaku usaha dan pembeli dapat menyesuaikan posisi lebih awal ketika membaca adanya perubahan aturan di sektor ekspor.
Di sisi lain, petani melihat persoalan lebih sederhana: ketika harga turun Rp500 per kilogram dalam sehari, dampaknya langsung terasa pada pendapatan kebun.
.jpeg)
Tutup Iklan