Iklan
![]() |
| Sejumlah Anggota DPRK Aceh Singkil Photo Bersama dengan Tim Satgas PKH di Jakarta. |
Jakarta — Tim Panitia Khusus (Pansus) DPRK Aceh Singkil menyambangi Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) di Jakarta guna berkonsultasi terkait dugaan penggarapan kawasan hutan produksi oleh sejumlah perusahaan kelapa sawit di wilayah Aceh Singkil.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk keseriusan DPRK Aceh Singkil dalam menindaklanjuti berbagai laporan dan temuan dugaan tumpang tindih lahan perkebunan dengan kawasan hutan produksi.
Dalam pertemuan itu, tim pansus turut menyerahkan sejumlah data awal kepada Satgas PKH untuk menjadi bahan pendalaman dan telaah lebih lanjut.
Anggota tim pansus DPRK Aceh Singkil, Juliadi Bancin, membenarkan kedatangan mereka ke Jakarta tersebut.
Ia mengatakan, konsultasi dilakukan untuk mengetahui secara langsung mekanisme pelaporan dugaan penguasaan atau penggarapan kawasan hutan produksi kepada Satgas PKH.
“Kedatangan kami kemarin untuk konsultasi sekaligus mempertanyakan bagaimana sistem pelaporan ke Satgas PKH terkait dugaan adanya perusahaan sawit yang menggarap kawasan hutan produksi di Aceh Singkil,” kata Juliadi Bancin, Kamis (14/5/2026).
Menurut Juliadi, dalam konsultasi tersebut pihak Satgas PKH meminta agar seluruh titik koordinat lokasi yang diduga bermasalah lebih dahulu dikumpulkan dan dihimpun secara lengkap sebelum diproses lebih lanjut.
Data koordinat itu nantinya akan menjadi dasar bagi Satgas PKH untuk melakukan verifikasi dan penelaahan lanjutan terhadap dugaan penggunaan kawasan hutan produksi oleh perusahaan perkebunan.
“Satgas PKH meminta agar titik koordinatnya dikumpulkan terlebih dahulu, kemudian dihimpun untuk selanjutnya dilaporkan sebelum dilakukan proses lebih lanjut,” ujarnya.
Ia menambahkan, sepulang dari Jakarta, tim pansus DPRK Aceh Singkil akan segera menindaklanjuti berbagai masukan yang diberikan Satgas PKH, termasuk penguatan data lapangan dan sinkronisasi dokumen pendukung.
Langkah DPRK Aceh Singkil itu dinilai menjadi sinyal kuat bahwa persoalan dugaan penggarapan kawasan hutan oleh perusahaan sawit mulai mendapat perhatian serius. Apalagi isu alih fungsi dan dugaan penggunaan kawasan hutan untuk perkebunan selama ini kerap menjadi sorotan di Aceh Singkil.
Usai melakukan konsultasi dan koordinasi, tim pansus DPRK Aceh Singkil kemudian melakukan foto bersama.
Dalam foto tersebut terlihat sejumlah anggota DPRK Aceh Singkil, di antaranya Juliadi Bancin, Warman, Fairuz Akhyar, Desra Novianto,Sarbaini, Taufik, Sariman, Surianto, Mairaya, serta Sadri.

Tutup Iklan