Iklan
![]() |
| Tim Verifikasi dan Validasi Turun ke Desa Pasar, kecamatan Singkil. Selasa (14/4/2026). (Dok: BPBD Aceh Singkil). |
Aceh Singkil – Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil akhirnya bergerak merespons polemik bantuan pascabanjir 2025. Bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana, verifikasi besar-besaran terhadap data penerima bantuan rehab rumah resmi dimulai.
Sebanyak 102 petugas gabungan diterjunkan ke lapangan. Mereka berasal dari BPBD, inspektorat, Disdukcapil, Dinas Pertanahan, hingga PUPR, ditambah 6 orang tim dari BNPB serta sejumlah dinas teknis seperti Disperindag UKM, Diskominfo, DPMK, dan Dinsos. Fokusnya satu: memastikan data korban benar-benar valid, bukan sekadar angka di atas kertas.
Pendataan dimulai sejak 13 April 2026 di Kecamatan Singkil, dengan dua desa awal yang disisir yakni Pulo Sarok dan Pasar. Selanjutnya, Kecamatan Singkil Utara dijadwalkan mulai 16 April, disusul Gunung Meriah, Simpang Kanan, dan wilayah lain secara bertahap.
Kepala BPBD Aceh Singkil, Al-Husni, menegaskan bahwa verifikasi ini mengacu pada data awal sebanyak 565 kepala keluarga (KK). Namun angka tersebut belum final.
“Bisa bertambah, bisa juga berkurang. Ini yang sedang kami pastikan di lapangan melalui verifikasi dan validasi,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Proses ini menjadi krusial karena sebelumnya data penerima bantuan rehab rumah menuai kritik keras. Sejumlah warga mengeluhkan dugaan ketidaktepatan sasaran—ada yang merasa berhak namun tak terdata, sementara yang lain justru diduga tidak memenuhi kriteria.
Di lapangan, tim bekerja maraton. Mereka mencocokkan data lama dengan kondisi riil, memeriksa dokumen kependudukan, hingga memastikan tingkat kerusakan rumah sesuai kriteria bantuan. Pemerintah menargetkan proses ini rampung dalam waktu sesingkat mungkin agar penyaluran bantuan tidak terus tersendat.
Namun verifikasi ini juga menjadi ujian kepercayaan. Jika hasil akhirnya kembali menimbulkan polemik, publik bisa semakin meragukan keseriusan pemerintah dalam menuntaskan dampak banjir.
Al-Husni berharap proses ini dapat berjalan tuntas dan hasilnya diterima semua pihak. “Ini pekerjaan besar, tapi harus kita selesaikan agar tidak ada lagi masalah di kemudian hari,” tegasnya.

Tutup Iklan