Iklan

Rabu, 15 April 2026, 17.35.00 WIB
ACEH SINGKIL

Ancaman Pembunuhan Bikin Geger, Siapa? Begini Kata Mansurdin

Iklan

Tangkap Layar Postingan Mansur Din 

Aceh Singkil – Jagat media sosial di Aceh Singkil mendadak gempar. Camat Kuala Baru, Mansurdin, mengaku mendapat ancaman pembunuhan hingga memilih “off” sementara dari aktivitasnya.


Pernyataan itu mencuat lewat unggahan akun Facebook miliknya, Mansur Din, yang menulis singkat namun mengundang kehebohan: “Off dulu karna ada ancaman akan dibunuh.” Status tersebut langsung diserbu komentar warga yang kaget sekaligus khawatir.


Saat dikonfirmasi, Mansurdin membenarkan adanya ancaman tersebut. Ia menyebut teror itu datang dari pihak kelompok, meski belum merinci identitasnya.


“Benar, ada ancaman itu. Dari pihak kelompok,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).


Ia kemudian mengaitkan ancaman tersebut dengan polemik data bantuan jaminan hidup (jadup) untuk korban banjir di Aceh Singkil, khususnya terkait 605 kepala keluarga (KK) yang penyalurannya tertunda.


“Ancaman itu berkaitan dengan data jadup 605 KK yang ditunda,” tambahnya.


Polemik Jadup Kian Memanas


Dalam beberapa waktu terakhir, isu data 605 KK penerima jadup memang menjadi sorotan. Penundaan penyaluran bantuan—yang disebut-sebut terkait surat Bupati ke PT Pos Cabang Tapaktuan—memicu keresahan di tengah masyarakat.


Di sisi lain, Mansurdin diketahui termasuk pejabat yang cukup vokal mendorong evaluasi ulang data penerima agar lebih akurat dan sesuai kondisi di lapangan. Sikap ini diduga memicu gesekan dengan pihak-pihak tertentu.


Situasi ini memperlihatkan bahwa persoalan bantuan pascabanjir di Aceh Singkil bukan sekadar teknis penyaluran, tetapi sudah masuk ke wilayah sensitif yang berpotensi memicu konflik.


Pertimbangkan Jalur Hukum


Mansurdin menyatakan tengah mempertimbangkan untuk membawa persoalan ancaman tersebut ke ranah hukum.

Close Tutup Iklan