Iklan
![]() |
| Ali Murdani, Sekretaris Umum GANAS Aceh Singkil. |
Aceh Singkil – Polemik panas mencuat dari kawasan wisata Pantai Cemara Indah (PCI), Gosong Telaga. Gerakan Aliansi Nelayan Aceh Singkil (GANAS) mencium adanya “bau monopoli” di balik kebijakan penutupan akses jalan di sekitar lokasi wisata tersebut, terutama saat momen libur Lebaran.
Kebijakan itu dinilai bukan sekadar pengaturan teknis, melainkan langkah yang berdampak langsung mematikan aktivitas ekonomi masyarakat kecil. Para istri nelayan yang membuka lapak dagangan musiman di kawasan Pantai Ujung Tambun, sebelah timur PCI, mengaku kehilangan pembeli karena akses masuk ditutup di sisi samping wahana water boom.
Sekretaris Umum GANAS, Ali Murdani, menyebut penutupan akses tersebut sebagai kebijakan yang tidak adil dan sarat kepentingan.
“Kalau akses ditutup dan pengunjung hanya diarahkan ke satu titik, ini patut diduga ada praktik yang mengarah ke monopoli. Dampaknya jelas, pedagang kecil di luar area itu mati,” tegas Ali, Minggu (22/3/2026).
Menurutnya, kawasan PCI sebagai aset daerah semestinya tidak dikelola dengan pendekatan eksklusif yang hanya menguntungkan pihak tertentu. Ia menegaskan, fungsi wisata bukan semata mengejar Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga membuka ruang ekonomi bagi masyarakat pesisir.
“Jangan sampai ruang publik berubah jadi ruang sempit yang hanya bisa dinikmati segelintir pihak. Ini bukan sekadar soal bisnis, tapi soal keadilan,” ujarnya.
GANAS juga menyoroti kontradiksi sikap pemerintah daerah. Di satu sisi, Dinas Pariwisata mendorong masyarakat nelayan untuk memanfaatkan potensi wisata sebagai sumber penghasilan. Namun di sisi lain, kebijakan di lapangan justru menutup akses dan memutus peluang tersebut.
Atas kondisi ini, GANAS mendesak Dinas Pariwisata Aceh Singkil segera turun tangan dan tidak tinggal diam. Evaluasi terhadap pengelola PCI dinilai mendesak, termasuk membuka kembali akses yang selama ini menjadi jalur masyarakat dan pengunjung.
“Kadis Pariwisata harus bertindak. Jangan biarkan praktik seperti ini terus berlangsung. Kalau dibiarkan, kepercayaan publik bisa runtuh,” kata Ali.
Hingga berita ini diturunkan pihak Dinas Pariwisata Aceh Singkil belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi telah dilakukan beberapa kali.

Tutup Iklan