Iklan

Jumat, 13 Februari 2026, 20.49.00 WIB
ACEH SINGKIL

Sindiran Bupati Oyon Dinilai Bukti Ketakutan Kekuasaan, Mahasiswa Tegaskan: Kami Tidak Bisa Dibungkam

Iklan

M.Yunus , Koordinator Solidaritas Mahasiswa Aceh Singkil 

Aceh Singkil– Respons sinis dan bernada merendahkan dari Bupati Safriadi Oyon Hamzah terhadap aksi mahasiswa dinilai sebagai bukti nyata ketakutan kekuasaan menghadapi kritik terbuka. Alih-alih menjawab tuntutan substantif rakyat, Bupati Aceh Singkil justru memilih jalan provokatif dengan melontarkan sindiran yang meremehkan gerakan mahasiswa.


Sikap tersebut menuai kecaman keras dari kalangan mahasiswa dan pemuda. Koordinator Lapangan Solidaritas Mahasiswa Pemuda Aceh Singkil (SOMPAS), M. Yunus, menegaskan bahwa pernyataan Bupati menunjukkan kegagalan moral seorang pemimpin dalam menyikapi kritik publik.


“Sindiran itu bukan cerminan kepemimpinan yang kuat, tapi tanda kepanikan. Ketika kekuasaan tidak mampu menjawab kritik dengan data dan kebijakan, maka yang keluar adalah ejekan. Ini mempermalukan wajah demokrasi di Aceh Singkil,” tegas M. Yunus kepada PENAACEH, Jum'at (13/2/2026).


Menurut SOMPAS, aksi unjuk rasa mahasiswa merupakan respons atas akumulasi kekecewaan rakyat terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil yang dinilai amburadul dan jauh dari janji perubahan. Persoalan keterlambatan APBK, rusaknya infrastruktur, kegagalan program prioritas, hingga dugaan praktik kepentingan elit terus dibiarkan tanpa kejelasan.


“Kalau pemerintah bekerja benar, tidak perlu takut pada mahasiswa. Tapi jika kritik saja dianggap ancaman, itu berarti ada yang ingin ditutupi,” lanjut Yunus.


SOMPAS menilai sindiran Bupati sebagai upaya sadar untuk mendelegitimasi gerakan mahasiswa dan mengalihkan perhatian publik dari kegagalan kepemimpinan yang semakin nyata dirasakan masyarakat. Namun upaya tersebut dipastikan tidak akan berhasil.


“Kami tegaskan, mahasiswa bukan musuh negara, tapi pengingat bagi penguasa. Jabatan Bupati bukan mahkota raja, melainkan amanah rakyat. Jika amanah itu dikhianati, maka kritik akan berubah menjadi perlawanan,” ujar Yunus dengan nada keras.


SOMPAS menyatakan tidak akan mundur selangkah pun dari perjuangan mengawal kepentingan rakyat. Serangan balik, intimidasi moral, hingga pernyataan merendahkan tidak akan menghentikan gelombang kritik mahasiswa.


“Jika hari ini Bupati memilih menertawakan suara rakyat, maka sejarah akan mencatat siapa yang berdiri bersama rakyat dan siapa yang sibuk menyelamatkan kekuasaannya,” tutup Yunus.


Close Tutup Iklan