Iklan
![]() |
| Tangkap Layar Video, Santriwati Terlihat Terbaring Lemas di RSUD Aceh Singkil, Rabu malam (11/2/2026). |
Aceh Singkil – Beredar video sejumlah santri dan santriwati terbaring lemah di RSUD Aceh Singkil di media sosial, Rabu malam (11/2/2026). Dalam rekaman yang beredar, para santri terlihat mendapatkan penanganan medis, sebagian dipasang infus, sementara keluarga dan tenaga kesehatan tampak sibuk di ruang perawatan.
Peristiwa yang disebut terjadi di salah satu pesantren wilayah Tran26, Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gunung Meriah itu memicu tanda tanya publik. Pasalnya, para santri dilarikan ke rumah sakit pada malam hari dengan kondisi lemas, sehingga memunculkan dugaan keracunan makanan yang dikaitkan dengan konsumsi menu MBG.
Dari potongan video yang beredar tersebut, terlihat sejumlah pasien dirawat secara bersamaan. Suasana panik keluarga dan kesigapan tenaga medis menjadi perhatian warganet yang mempertanyakan standar keamanan makanan yang dikonsumsi para santri sebelum kejadian.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai penyebab pasti insiden tersebut. Namun, Dinas Kesehatan dan instansi terkait didesak segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh, termasuk memeriksa dapur penyedia makanan serta SPPG yang diduga terlibat. Pengujian sampel makanan dan evaluasi prosedur pengolahan dinilai penting untuk memastikan apakah terjadi kelalaian.
Jika terbukti ada pelanggaran, pemilik dapur maupun pengelola SPPG berpotensi dikenakan sanksi sesuai aturan keamanan pangan dan perlindungan konsumen. Sanksi dapat berupa teguran administratif, penghentian operasional sementara, hingga pencabutan izin usaha apabila ditemukan pelanggaran serius yang berdampak pada kesehatan.
Sementara itu, pihak RSUD Aceh Singkil disebut masih fokus melakukan penanganan medis terhadap para santri yang dirawat. Kondisi pasien terus dipantau, dan masyarakat menunggu klarifikasi resmi pihak berwenang agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah publik.
PENAACEH masih berupaya mengonfirmasi pihak pesantren, pengelola dapur MBG, serta instansi terkait untuk mendapatkan penjelasan lengkap mengenai kronologi kejadian, jumlah santri yang terdampak, serta langkah penanganan lanjutan.

Tutup Iklan