Iklan
![]() |
| Ilustrasi |
Aceh Singkil — Jaringan Telkomsel di Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, kolaps total sejak pukul 10.30 WIB, Jumat, (2/12/2026). Tanpa pemberitahuan, tanpa peringatan, dan tanpa penjelasan resmi, layanan komunikasi mendadak lumpuh dan langsung menghantam aktivitas ekonomi warga.
Telepon seluler tak dapat digunakan, akses internet mati, dan layanan data nyaris nihil. Kondisi ini membuat roda ekonomi lokal tersendat, khususnya bagi pelaku usaha kecil, pedagang online, jasa keuangan digital, hingga pekerja yang bergantung pada konektivitas jaringan seluler.
Ironisnya, hingga berjam-jam setelah gangguan terjadi, Telkomsel tak kunjung memberikan keterangan resmi. Operator seluler terbesar di Indonesia itu seolah membiarkan pelanggan di daerah menanggung dampak kerugian tanpa kejelasan.
“Usaha kami berhenti total. Pesanan tidak masuk, transaksi gagal, komunikasi terputus. Tidak ada informasi apa pun dari Telkomsel,” keluh Indayani seorang pelaku usaha di Gunung Meriah.
Lumpuhnya jaringan di jam aktif kerja dinilai sebagai pukulan telak bagi masyarakat. Di wilayah yang sangat bergantung pada layanan digital, gangguan seperti ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan ancaman langsung terhadap mata pencaharian warga.
Sejumlah warga menyebut gangguan ini bukan kali pertama terjadi, namun yang paling disesalkan adalah sikap Telkomsel yang dinilai abai dan tidak transparan. Tidak ada pengumuman resmi, tidak ada estimasi pemulihan, bahkan permintaan maaf pun tak terdengar.
“Kalau jaringan nasional bisa mati tanpa penjelasan, lalu di mana tanggung jawab operator? Kami ini pelanggan yang bayar,” ujar Alfian warga lainnya dengan nada geram.
Sebagai perusahaan telekomunikasi besar—bahkan kerap disebut tulang punggung konektivitas nasional—Telkomsel dinilai gagal memenuhi standar pelayanan publik, khususnya di daerah. Sikap diam perusahaan justru memperkuat kesan bahwa pelanggan di wilayah pinggiran tidak menjadi prioritas.
Hingga berita ini diturunkan, jaringan Telkomsel di Kecamatan Gunung Meriah masih bermasalah sejak mulai kolaps dari pukul 10:30 WIB. Warga mendesak Telkomsel segera memberikan klarifikasi terbuka, memulihkan layanan secara penuh, serta menjelaskan langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Jika pola pelayanan seperti ini dibiarkan, bukan hanya kepercayaan publik yang tergerus, tetapi juga memperlebar ketimpangan layanan digital antara pusat dan daerah—sebuah ironi di tengah gencarnya kampanye transformasi digital nasional.
.jpeg)
Tutup Iklan