Iklan
![]() |
| Proses Pembangunan Gedung KDMP Kampung Baru, Kecamatan Singkil Utara, Aceh Singkil |
Aceh Singkil — Sekretaris Jenderal Aliansi Muda Penggerak Aceh Singkil (AMPAS), Budi Harjo, melontarkan kritik keras terhadap pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Desa Kampung Baru, Kecamatan Singkil Utara. Ia menilai keberadaan gerai tersebut salah lokasi, minim kajian, dan berpotensi gagal total dalam mendorong ekonomi masyarakat.
Menurut Budi, sejak tahap awal perencanaan, pembangunan gerai koperasi itu sudah menyimpan persoalan mendasar. Lokasinya dinilai jauh dari pusat keramaian dan denyut aktivitas ekonomi warga, sehingga sulit diharapkan mampu hidup dan berkembang sebagai lembaga ekonomi rakyat.
“Ini koperasi pakai uang negara dan mengatasnamakan kepentingan masyarakat. Tapi dibangun di lokasi yang sepi dan tidak strategis. Pertanyaannya sederhana: koperasi ini untuk rakyat atau sekadar memenuhi program?” tegas Budi Harjo, Jumat (2/1/2026).
Ia menyebut, kondisi tersebut mencerminkan lemahnya perencanaan dan miskinnya kajian lapangan, bahkan terkesan dipaksakan. Padahal, koperasi sejatinya dibangun untuk mendekatkan layanan ekonomi kepada masyarakat, bukan menjauhkannya dari aktivitas warga.
AMPAS juga menilai pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Desa Kampung Baru minim pelibatan aspirasi masyarakat. Tidak ada ruang dialog yang memadai untuk mendengar kebutuhan riil warga sebelum proyek dijalankan.
“Koperasi jangan dijadikan proyek fisik belaka. Kalau ujung-ujungnya sepi, mati suri, lalu ditinggalkan masyarakat, itu bukan sekadar kegagalan koperasi, tapi kegagalan tata kelola pemerintahan desa,” ujarnya.
Lebih jauh, Budi Harjo menyoroti aspek transparansi anggaran dan konsep pengelolaan. Ia mendesak pemerintah desa dan pihak terkait membuka secara terang-benderang kepada publik terkait besaran dana, skema pengelolaan, hingga target ekonomi yang ingin dicapai.
“Jangan alergi kritik. Ini uang rakyat. Publik berhak tahu berapa anggarannya, bagaimana dikelola, dan apa indikator keberhasilannya. Jangan tunggu gagal baru sibuk cari pembenaran,” katanya.
Atas kondisi tersebut, AMPAS mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh dan terbuka, termasuk opsi peninjauan ulang lokasi gerai koperasi agar benar-benar berada di titik strategis dan mudah diakses masyarakat.
“Koperasi adalah alat perjuangan ekonomi rakyat. Kalau sejak awal salah langkah, maka yang dikorbankan adalah masyarakat Desa Kampung Baru sendiri,” tutup Budi Harjo.
Koordinator Kabupaten Aceh Singkil atau pengawas KDMP, Boby Rizki Darmawan mengatakan soal lokasi itu tanahnya Desa , mereka yang menentukan lokasi karena mungkin hanya itu lokasi yang bisa di siapkan. Tapi soal strategis, saya kira lokasinya cukup strategis lah,"ujarnya Sabtu (3/1/2026).
Seperti diketahui bahwa pemerintah menargetkan semua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) se Indonesia memiliki bangunan fisik atau gerai, mulai dari gudang hingga kendaraan pada Maret 2026. Pembangunan yang ditugaskan kepada PT Agrinas Pangan Nusantara memakan anggaran sebesar Rp 1,6 miliar per unit Kopdes.

Tutup Iklan