Iklan

Rabu, 26 November 2025, 20.46.00 WIB
ACEH SINGKIL

Meluas dan Memburuk, Mairaya Desak Bupati Aceh Singkil Segera Tetapkan Status Tanggap Darurat

Iklan

Banjir Merendam Rumah Warga Setinggi Atap, di Desa Cibubukan, kecamatan Simpang Kanan, Rabu (26/11/2025) (Istimewa)

Aceh Singkil – Kondisi banjir di Aceh Singkil terus memburuk, namun status tanggap darurat tak kunjung ditetapkan. Situasi ini memicu sorotan tajam dari Anggota DPRK Aceh Singkil, Mairaya (Itang), yang menilai pemerintah daerah terlalu lamban merespons bencana yang mengancam keselamatan puluhan ribu warga.


Mairaya mendesak Bupati Aceh Singkil agar segera menggelar rapat bersama unsur Forkopimda dalam waktu tujuh hari. Ia menegaskan, bahkan jika pimpinan daerah tidak berada di tempat, rapat bisa digelar secara daring sehingga tidak ada alasan untuk menunda.


“Jangan tunggu banjir makin parah baru sibuk menetapkan tanggap darurat. Kalau terlambat, semua langkah jadi sia-sia,” kritik politisi PKB dari Dapil III itu, Rabu (26/11/2025).


*Indikator Darurat Sudah Terpenuhi*


Ia menilai seluruh indikator, baik administratif maupun faktual, sudah cukup kuat untuk menetapkan status tanggap darurat. Debit air terus meningkat, rumah warga terendam, listrik padam di sejumlah titik, dan ancaman keselamatan jiwa semakin tinggi.


Data BPBD Aceh Singkil menunjukkan lonjakan signifikan jumlah warga terdampak:


Dua hari lalu: ± 2.000 jiwa


Kemarin: 22.000 jiwa


Hari ini: lebih dari 24.000 jiwa



“Lonjakan ini bukan angka kecil. Ini alarm keras. Pemerintah tak boleh berpangku tangan,” tegasnya.


*Aceh Singkil Hampir Terisolasi*


Selain merendam pemukiman, banjir juga melumpuhkan akses jalan nasional dan provinsi. Sejumlah kecamatan kini sulit dijangkau, membuat pasokan logistik ke wilayah terdampak semakin terbatas.


“Kalau kondisi ini terus dibiarkan tanpa status darurat, kita akan berhadapan dengan krisis kemanusiaan. Ini bukan lagi persoalan teknis, ini soal keselamatan rakyat,” ujarnya.


*Belum Ada Posko Resmi Pemkab*


Mairaya juga menyoroti minimnya kesiapsiagaan pemerintah daerah. Berdasarkan pemantauannya, hingga kini belum terlihat adanya posko resmi penanganan banjir dari Pemkab Aceh Singkil. Yang muncul justru pos swadaya masyarakat dan relawan yang bekerja tanpa koordinasi pemerintah.


“Ini ironis. Ketika warga bahu-membahu saling membantu, pemerintah justru belum hadir secara penuh,” pungkasnya.


*Respons Bupati Aceh Singkil*


Sebelumnya, Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon mengakui bahwa akses antarkecamatan banyak yang terputus. Melalui sambungan seluler, ia menyebut wilayah Singkil sendiri sudah “terkepung” banjir.


“Kami di sini juga sudah sulit bergerak ke Kecamatan Gunung Meriah. Ini saya sedang bersiap turun ke lapangan, ke Rimo, Lipat Kajang, Cibubukan, dan seterusnya,” ujarnya.


Terkait belum ditetapkannya status tanggap darurat, Oyon menegaskan keputusan itu harus melalui mekanisme resmi bersama unsur Forkopimda.


“Tentu kita rapatkan bersama Forkopimda. Ini tidak bisa diputuskan sepihak, perlu kajian dan keputusan bersama,” katanya.

Close Tutup Iklan