Iklan

Rabu, 28 Oktober 2026, 19.30.00 WIB
ACEH SINGKIL

GANAS Temui Jamaludin Idham, Nelayan Gosong Telaga Keluhkan Kuala Dangkal

Iklan

Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PDI Perjuangan, H. Jamaludin Idham, S.H.  Photo Bersama Dengan Nelayan Gosong Telaga , Kecamatan Singkil Utara, Aceh Singkil 

ACEH SINGKIL – Gerakan Aliansi Nelayan Aceh Singkil (GANAS) menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi nelayan tradisional kepada Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PDI Perjuangan, H. Jamaludin Idham, S.H. Tiga aspirasi utama yang disampaikan meliputi pengerukan Kuala Anak Laut, pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), dan bantuan alat tangkap.


Pertemuan tersebut berlangsung di salah satu gudang ikan milik warga di kawasan Gosong Telaga, Kecamatan Singkil Utara, Aceh Singkil, Selasa (28/10/2026). Dalam suasana santai di tepian sungai, Jamaludin duduk bersama puluhan nelayan untuk mendengarkan langsung keluhan dan kebutuhan mereka.


Ketua GANAS menjelaskan, pendangkalan Kuala Anak Laut menjadi salah satu kendala utama yang menghambat aktivitas melaut. Kondisi tersebut disebut semakin menyulitkan nelayan, terutama ketika air sedang surut.


Menurut GANAS, sekitar 80 persen bagian kuala mengalami pendangkalan. Saat surut, kedalaman air disebut hanya sekitar 0,5 meter sehingga sejumlah perahu nelayan kandas dan tidak dapat melintas.


Akibatnya, nelayan harus menunggu air pasang selama lima hingga enam jam sebelum bisa kembali melaut. Kondisi tersebut dinilai merugikan karena menyita waktu dan menambah biaya operasional, terutama untuk bahan bakar minyak (BBM).


"Kami rugi waktu dan solar, Pak. Perahu kandas setiap hari. Mohon kuala segera dikeruk," ujar perwakilan nelayan dalam pertemuan tersebut.


Selain persoalan pendangkalan kuala, ketersediaan BBM juga menjadi keluhan nelayan Gosong Telaga. Mereka menyebut belum tersedianya SPBN di wilayah tersebut membuat nelayan harus membeli solar secara eceran dengan harga sekitar Rp 10.000 per liter.


Sementara itu, kebutuhan solar untuk sekali melaut dapat mencapai 20 liter per hari. Biaya tersebut menjadi beban tersendiri bagi nelayan tradisional yang menggantungkan penghasilan dari hasil tangkapan.


Nelayan juga berharap adanya bantuan alat tangkap, termasuk jaring dan mesin perahu. Mereka menyebut jaring yang rusak serta mesin yang sudah tua dan kerap mogok dapat mengganggu aktivitas melaut, bahkan menimbulkan risiko keselamatan ketika berada di perairan.


Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Jamaludin Idham menyatakan akan mengawal dan memperjuangkannya melalui Komisi IV DPR RI, termasuk mendorong agar kebutuhan nelayan tersebut dapat diperjuangkan dalam pembahasan anggaran tahun 2027.


"Tiga tuntutan GANAS ini akan saya perjuangkan di Jakarta. Pengerukan Kuala Anak Laut, pembangunan SPBN di Gosong Telaga, dan paket alat tangkap untuk nelayan tradisional. Ini tanggung jawab saya sebagai wakil Aceh di DPR, tepatnya di Komisi IV," tegas Jamaludin.


Ia berharap persoalan yang dihadapi nelayan tradisional mendapat perhatian dan penanganan sehingga aktivitas melaut dapat berjalan lebih lancar. Perbaikan akses perairan, kemudahan memperoleh BBM, serta dukungan sarana penangkapan ikan dinilai penting untuk menunjang produktivitas nelayan.


Pertemuan yang berlangsung bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda itu ditutup dengan penyerahan dokumen aspirasi dari GANAS kepada Jamaludin Idham dan dilanjutkan dengan foto bersama.


Melalui pertemuan tersebut, GANAS berharap aspirasi nelayan Gosong Telaga tidak berhenti sebagai catatan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dan kebijakan yang berpihak pada kebutuhan nelayan tradisional.

Close Tutup Iklan