Iklan
![]() |
| Apel pagi di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Aceh Singkil, Senin (14/9/2026). |
Peringatan itu disampaikan Edy saat memimpin apel pagi di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Aceh Singkil, Senin (14/9/2026). Apel diikuti Staf Ahli Bupati Drs. Azmi, Plt Asisten III Asmaruddin, para kepala bagian, serta ASN lingkup Setdakab Aceh Singkil.
Dalam amanatnya, Edy meminta ASN tidak terlibat dalam berbagai aktivitas yang dapat merusak diri, keluarga, disiplin, maupun kehormatan sebagai aparatur negara.
“Saya tegaskan, jangan pernah terlibat narkoba. ASN yang terbukti menggunakan atau terlibat narkoba tidak akan dilindungi. Jika terbukti, akan dilaporkan kepada pihak yang berwajib dan diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Edy.
Menurutnya, keterlibatan ASN dalam narkoba bukan hanya berdampak terhadap pribadi, tetapi juga dapat mencoreng institusi pemerintahan. Ia mengingatkan sanksi bagi ASN yang terbukti melakukan pelanggaran dapat tergolong berat, bahkan berujung pada pemberhentian sesuai ketentuan yang berlaku.
Edy juga memberikan perhatian khusus terhadap judi online. Ia meminta ASN tidak mencoba aktivitas tersebut karena dampaknya dapat merusak kondisi ekonomi, keluarga, pekerjaan hingga masa depan.
“Jangan pernah mencoba judi online. Sekali terjerumus, dampaknya dapat merusak ekonomi, keluarga, pekerjaan, bahkan masa depan. ASN harus menjadi contoh yang baik di tengah masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya mengingatkan ASN, Edy juga meminta para orang tua memperhatikan aktivitas anak saat menggunakan gawai dan internet. Pengawasan diperlukan agar anak-anak tidak terjerumus dalam aktivitas judi online.
“Anak-anak kita juga harus diawasi. Jangan sampai mereka kecanduan judi online. Dampaknya bisa merusak pendidikan, masa depan dan karakter anak,” katanya.
Selain narkoba dan judi online, Edy mengingatkan ASN agar berhati-hati terhadap pinjaman online (pinjol). Menurutnya, kemudahan mendapatkan pinjaman jangan sampai membuat ASN mengambil keputusan keuangan yang justru membebani diri dan keluarga.
“Pinjaman online terlihat mudah saat meminjam, tetapi bisa menjadi persoalan ketika harus membayar. Beban bunga dan kewajiban yang terus bertambah dapat menjerat dan memperberat kondisi ekonomi,” jelasnya.
Di akhir amanat, Edy juga menekankan pentingnya tertib administrasi kepada para PPTK, bendahara dan pembantu PPTK. Setiap pelaksanaan kegiatan dan penggunaan anggaran pemerintah harus didukung dokumen serta laporan yang benar, lengkap dan sesuai prosedur.
“Jangan anggap administrasi sebagai hal yang sepele. Setiap kegiatan dan penggunaan anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Edy menegaskan ASN bukan hanya dituntut bekerja, tetapi juga harus mampu menjaga integritas, disiplin dan kehormatan sebagai aparatur negara. Ia berharap ASN di lingkungan Pemkab Aceh Singkil dapat menjadi teladan bagi masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan publik.

Tutup Iklan