Iklan

Kamis, 20 Agustus 2026, 17.33.00 WIB
ACEH SINGKIL

Anggaran HUT RI Rp200 Juta, Ketua Panitia Aceh Singkil Malah Tak Tahu Rinciannya

Iklan

Upacara HUT RI ke 81 di Lapangan GOR kecamatan Singkil Utara, Aceh Singkil (Istimewa)


ACEH SINGKIL – Anggaran sekitar Rp200 juta yang dialokasikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil untuk rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi sorotan. Pasalnya, hingga Kamis (20/8/2026), rincian penggunaan anggaran tersebut belum juga jelas.


Anggaran Rp200 juta itu disebut tercantum dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Setdakab Aceh Singkil, pada bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim). Namun, Ketua Panitia HUT ke-81 RI Aceh Singkil, Faisal, sebelumnya mengaku tidak mengetahui secara rinci penggunaan anggaran tersebut.


"Saya diperintahkan Pak Bupati jadi ketua, saya jalankan. Soal anggaran masing-masing, saya tidak tahu," kata Faisal.


Faisal menyebut rangkaian kegiatan HUT RI melibatkan sejumlah SKPK, di antaranya Setdakab, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta perangkat daerah lainnya. Untuk rincian anggaran, ia mengarahkan konfirmasi kepada Kabag Prokopim Setdakab Aceh Singkil, Sabran.


Konfirmasi kemudian dilakukan kepada Sabran di ruang kerjanya, Kamis (20/8/2026). Ia menjelaskan rangkaian kegiatan HUT RI dibagi dalam sejumlah seksi, mulai dari konsumsi, tempat dan dekorasi, hingga seksi upacara.


"Untuk tempat dan dekorasi kepala seksinya Ibu Dedeh. Kemudian seksi upacara dari pihak TNI," ujar Sabran.


Rangkaian upacara yang ditangani panitia antara lain Taptu dan pawai obor, renungan suci, upacara pengibaran bendera, serta upacara penurunan bendera.


Namun ketika ditanya berapa anggaran yang disiapkan untuk masing-masing seksi atau kegiatan, Sabran mengaku belum dapat memberikan estimasi.


"Belum bisa mengestimasikan," katanya.


Menurut dia, masing-masing seksi masih menyusun kebutuhan dan penggunaannya. Hasil penyusunan tersebut nantinya akan disampaikan kepada pengguna anggaran untuk dinilai apakah kebutuhan yang diajukan realistis atau tidak.


"Setiap bagian sesi sedang menyusun penggunaannya, yang nanti akan disampaikan kepada pengguna anggaran, realistis atau tidak," ujarnya.


Sabran juga belum dapat memastikan berapa estimasi anggaran untuk setiap rangkaian kegiatan. Ia mengatakan anggaran sekitar Rp200 juta tersebut saat ini masih utuh dan belum ditarik untuk seluruh kegiatan.


"Uangnya masih utuh Rp200 juta. Jadi berdasarkan LPJ setiap sesi nanti baru ditarik, semua LPJ setiap sesi," jelasnya.


Pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru. Jika pagu Rp200 juta sudah ditetapkan sejak awal, mengapa rincian kebutuhan setiap seksi belum dapat diketahui ketika kegiatan HUT RI telah selesai dilaksanakan?


Apalagi, anggaran tersebut bersumber dari APBK Aceh Singkil yang pada akhirnya merupakan uang publik. Masyarakat berhak mengetahui berapa yang direncanakan, berapa yang direalisasikan, siapa pengguna dan penyedianya, serta apakah seluruh pengeluaran telah mengikuti ketentuan pengelolaan dan pengadaan barang dan jasa pemerintah.


Semangat memperingati kemerdekaan seharusnya tidak berhenti pada kemeriahan seremoni. Transparansi penggunaan anggaran juga menjadi bagian penting dari pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat.


Pemkab Aceh Singkil pun perlu membuka rincian penggunaan anggaran HUT ke-81 RI tersebut setelah seluruh LPJ masing-masing seksi selesai. Sebab, yang dipertanyakan publik bukan kemeriahan acaranya, melainkan bagaimana uang rakyat sebesar Rp200 juta itu direncanakan, digunakan, dan dipertanggungjawabkan.

Close Tutup Iklan