Iklan

Selasa, 14 Juli 2026, 16.55.00 WIB
ACEH SINGKIL

Pasokan Pertalite Dipangkas 50 Persen, Warga Aceh Singkil Antre Berjam-jam

Iklan

Antrian Panjang di SPBU Singkil 

Aceh Singkil – Pengurangan pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Aceh Singkil. Dalam tiga hari terakhir, kendaraan roda dua, roda empat hingga becak bermotor terlihat mengular hingga ratusan meter.


Kondisi itu membuat aktivitas masyarakat terganggu. Warga yang menggantungkan mata pencaharian pada kendaraan bermotor terpaksa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan Pertalite.


"Saya sudah setengah hari mengantre demi mendapatkan minyak. Kalau dihitung sudah lebih dari empat jam," kata Wardin, penarik becak di Kecamatan Singkil, Selasa (14/7/2026).


Menurut Wardin, waktu yang seharusnya digunakan untuk mencari penumpang habis di antrean SPBU. Akibatnya, pendapatan hariannya ikut menurun.

"Biasa kalau pagi sudah bisa narik penumpang. Sekarang waktu habis di SPBU, penghasilan otomatis berkurang," ujarnya.


Pantauan di sejumlah SPBU, antrean tak hanya dipenuhi kendaraan bermotor. Puluhan jeriken berkapasitas sekitar 30 liter milik pedagang pengecer juga tampak berjajar menunggu giliran pengisian BBM.

Dampak berkurangnya pasokan Pertalite juga dirasakan nelayan kecil. Meski telah mengantongi surat rekomendasi dari Dinas Perikanan, mereka mengaku kesulitan memperoleh BBM untuk melaut.


"Sebagian nelayan terpaksa berhenti melaut. Hasil tangkapan berkurang, sementara harga ikan di pasaran mulai naik," kata salah seorang nelayan.


Pengawas SPBU Pulo Sarok, Kecamatan Singkil, Amsari, membenarkan antrean panjang terjadi sejak tiga hari terakhir. Menurutnya, kondisi itu dipicu berkurangnya pasokan Pertalite dari Depot Pertamina Medan.


"Biasanya kami menerima sekitar 16 ribu liter Pertalite per hari. Sekarang hanya sekitar 8 ribu liter, jadi turun sekitar 50 persen," ujar Amsari.


Selain kuota yang berkurang, distribusi BBM juga kerap mengalami keterlambatan. Truk tangki pengangkut Pertalite disebut sering terjebak kemacetan di jalur pengiriman, termasuk saat melintasi wilayah Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara.


Amsari mengaku pihak SPBU tidak mengetahui secara pasti alasan pengurangan alokasi Pertalite karena seluruh kebijakan pasokan berada di pihak depot Pertamina.


"Kami hanya menerima sesuai jatah yang dikirim. Informasi soal pengurangan kuota berasal dari depot," katanya.


Meski demikian, Amsari memperkirakan pasokan Pertalite akan kembali normal dalam satu hingga dua hari ke depan. Jika distribusi kembali lancar, antrean kendaraan di SPBU diperkirakan akan berangsur terurai.

Close Tutup Iklan