Iklan
![]() |
| Alhusni, Kalaksa BPBD Aceh Singkil |
Aceh Singkil – Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mematangkan proses pendataan calon penerima bantuan rehabilitasi rumah bagi korban banjir yang melanda daerah itu pada 2025 lalu.
Hingga awal Juni 2026, sebanyak 6.553 unit rumah telah masuk dalam pendataan dan kini berada pada tahap finalisasi. Meski demikian, BPBD menegaskan data tersebut masih bersifat usulan dan belum menjadi daftar final penerima bantuan.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Singkil, Alhusni, mengatakan masyarakat yang merasa rumahnya terdampak banjir namun belum masuk dalam pendataan masih diberikan kesempatan untuk melapor melalui pemerintah desa masing-masing.
"Kalau ada yang belum terdata, silakan mengajukan ke desa untuk didata," kata Alhusni, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, proses verifikasi dan validasi saat ini telah memasuki tahap akhir. Pemerintah daerah juga tengah menyiapkan pelaksanaan pleno yang akan melibatkan berbagai unsur terkait guna memastikan keakuratan data sebelum dikirim ke pemerintah pusat.
"Saat ini kita sudah finalisasi data. Insyaallah minggu ini akan dilakukan pleno bersama unsur terkait, pemerintah desa, Forkopimda dan pihak lainnya," ujarnya.
Alhusni menjelaskan, hasil pleno nantinya akan menjadi dasar pengiriman data ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk dilakukan review.
"Setelah ini data dikirim ke BNPB, kemudian kita menunggu review dari BNPB. Selanjutnya akan ditetapkan siapa yang layak menerima bantuan," katanya.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa 6.553 rumah yang masuk dalam pendataan belum otomatis menjadi penerima bantuan.
Sebelumnya, persoalan bantuan rehabilitasi rumah korban banjir telah beberapa kali menjadi sorotan publik. Warga terdampak, khususnya di wilayah Kecamatan Simpang Kanan dan sejumlah kawasan yang mengalami dampak cukup parah saat banjir 2025, masih menunggu kepastian realisasi bantuan dari pemerintah.
Di tengah harapan ribuan korban banjir, proses pleno yang akan digelar dalam waktu dekat menjadi tahapan krusial untuk memastikan tidak ada warga terdampak yang terlewat dari pendataan. Hasil pleno tersebut selanjutnya akan menjadi dokumen resmi yang diajukan ke BNPB.
Dengan masuknya data ke tahap finalisasi, masyarakat kini berharap proses review di tingkat pusat dapat berjalan cepat sehingga bantuan rehabilitasi rumah yang telah lama dinantikan dapat segera direalisasikan bagi warga yang benar-benar memenuhi syarat.

Tutup Iklan