Iklan

Minggu, 07 Mei 2023, 20.13.00 WIB
PENDIDIKAN

Pemkab Aceh Singkil Buat Aplikasi Tolak Ukur Mutu Pendidikan, Namanya CERMIN

Iklan

Pj Bupati Aceh Singkil Marthunis (Istimewa)

PENAACEH Singkil - Sejak berdirinya Kabupaten Aceh Singkil tahun 1999 pemerintah kabupaten belum mampu mengukur mutu pendidikan, maju, berkembang atau tertinggal berbasis data digital.


Tentang mutu Pendidikan di Aceh Singkil acap kali menjadi perdebatan semua pihak terkhusus bagi lembaga atau komunitas peduli pendidikan hal itu disebabkan karena memiliki tolak ukur atau sudut pandang yang berbeda.


"Melihat tidak adanya alat tolak ukur mutu pendidikan selama ini maka Pemkab Aceh Singkil menganggap perlu membuat alat ukur pendidikan sebagai referensi bersama untuk mengukur mutu pendidikan," Kata Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil, Junaidi saat memberikan sambutan acara Festival Panen Hasil Belajar Calon Guru Penggerak Angkatan VI di Gedung Kesenian Aceh Singkil Minggu (7/5/2023).


Aplikasi ini jelas Junaidi dibuat dalam rangka membangun alat ukur mutu pendidikan berbasis hasil belajar siswa atau hasil uji kompetensi guru. Hasil belajar siswa dan hasil uji kompetensi guru ini akan dijadikan sebagai referensi pemerintah daerah melalui dinas pendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan intervensi kebijakan pendidikan, sehingga masalah yang terjadi bisa segera diatasi.


Aplikasi ini juga dibuat dalam rangka meningkatkan efektifitas pelaksanaan ujian siswa maupun uji kompetensi guru. Sebab apabila aplikasi ini dilaksanakan maka seluruh sekolah akan memiliki jadwal ujian maupun soal uji yang sama. Selain meningkatkan efektifitas pelaksanaan ujian, aplikasi ini juga diharapkan mampu mengefisiensi anggaran pelaksanaan ujian, yang awalnya berbasis kertas beralih berbasis IT. 


Selain efisiensi anggaran aplikasi tersebut juga mampu mengefisiensi waktu yang awalnya pemeriksaan hasil belajar siswa membutuhkan waktu 2-3 hari, melalui aplikasi tersebut hasil belajar siswa bisa langsung kita dapatkan setelah siswa menyelesaikan.


"Aplikasi Pendidikan ini kami beri nama CERMIN," Kata Junaidi dihadapan Pj Bupati Aceh Singkil Marthunis beserta undangan lainnya.


Penamaan CERMIN ungkapnya tentu memiliki landasan filosofis yang kuat antara lain adalah cermin mampu menerima diri apa adanya. Cermin mampu memperlihatkan sisi baik hingga buruk kita tanpa mencelanya. Kaitan dengan aplikasi ini adalah kita harus mampu menerima apapun hasil kita, tinggi rendahnya kompetensi siswa dan guru setelah dilakukan uji kompetensi, kita harus mengakuinya, bahkan harus kita jadikan motivasi untuk menjadi lebih baik.


"Saat melihat cermin, kita bisa mengamati diri kita sendiri. Hal ini merupakan sifat dasar cermin yang mampu memantulkan cahaya. Nah, disinilah kita dapat memperoleh gambaran diri kita secara realistis. Hal ini bisa kita manfaatkan untuk mengintrospeksi diri agar menjadi seseorang yang berkualitas. Harapannya adalah Aplikasi Cermin ini kita jadikan sebagai bahan refleksi kita untuk terus berbenah diri, sehingga semakin hari, kompetensi kita akan semakin meningkat,"Katanya.


Pj Bupati Aceh Singkil menyambut baik dan sangat mendukung adanya Aplikasi Pendidikan ini dan langsung diresmikan yang akan menjadi alat tolak ukur bersama tentang mutu pendidikan. "Aplikasi ini bermula dari ide pak Pj Bupati hingga Launching hari ini," Kata Junaidi. (Redaksi).

Close Tutup Iklan